Program Studi Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) menghelat kegiatan Konferensi internasional yang melibatkan pembicara dan peserta berasal dari  tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia dan Taiwan. Konferensi Internasional ini berlangsung selama dua hari Rabu-Kamis (28-29/11/2017) bertempat di Ballroom, Hotel Paragon Solo.

Tari Beksan Gambyong Retno Kusumo oleh sanggar Soerya Soemirat Menandai Dimulainya Konferensi Internasional NETTAPS 2017 di Solo Paragon Hotel (29-30/11/2017)

Konferensi dengan nama International Conference on Internet Applications, Protocols and Services (NETAPPS) ini merupakan penyelenggaran konferensi yang kelima, dimana pada tahun-tahun sebelumnya, konferensi internasional NETAPPS ini selalu diadakan di Malaysia. Fokus dari penelitian ini adalah mengenai aplikasi protocol dan servis dari internet. Pada penyelenggaran perdana di Indonesia, NETAPSS mengangkat tema kekinian dalam bidang teknologi informasi, yaitu “Enhancing Digital Trust for Sustainable Development”.

Walaupun memiliki tema teknologi, konferensi ini tetap mengangkat budaya lokal. Konferensi internasional ini dibuka dengan tarian jawa klasik yang diciptakan oleh KGPAA Mangkunegara VIII, yaitu tarian Beksan Gambyong Retno Kusumo. Tarian ini dibawakan oleh sanggar Soerya Soemirat, dari Istana Mangkunegaran. Menurut co chair acara ini, Heri Prasetyo, yang merupakan doctor lulusan Taiwan dan juga abdi dalem dari keraton Surakarta, tujuan dari opening ceremony ini adalah untuk mengangkat budaya Indonesia, khususnya Solo, ke dunia Internasional.

Selama dua hari, konferensi internasional ini menghadirkan empat pembicara kunci masing-masing adalah  Drs. Bambang Harjito, M.App.Sc, Ph.D dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Riri Fitri Sari, M.M M.Sc, DTM, SMIEEE dari Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Suhaidi Hasan, SMIEE dari Universitas Utara Malaysia (UUM) dan Prof. Ji-Ming Guo, PhD dari National Taiwan University of Science and Technology. Disamping pembicara kunci, juga menghadirkan pembicara yang merupakan peneliti yang menyampaikan hasil penelitiannya terkait bidang yang disorot dalam konferensi ini.

DI hari pertama, Prof Jing-Ming-Guo dari Taiwan menyampaikan materi tentang Image Retrieval tingkat lanjut menggunakan Digital Halftoning, Kompresi dan Deep Learning. Acara konferensi kemudian dilanjutkan dengan pembicara kunci kedua yaitu, Prof. Suhaidi Hasan yang menyampaikan tentang The Digital Trust Implications of the Information-Centric Internet of the Future. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari sejumlah peneliti lainnya yang dibagi dalam dua sesi, yaitu sesi Data Mining dan sesi Internet Performance Studies.

Prof. Ji-Ming Guo, PhD dari National Taiwan University ketika menyampaikan materi pada konferensi Internasional NETTAP 2017 di Solo Paragon Hotel (29-30/11/2017)

Di hari kedua, konferensi ini diisi oleh Prof. Riri Fitri Sari yang menjelaskan mengenai Internet of Things (IoT), yaitu konsep keterkaitan antar perangkat teknologi melalui internet, yang dimanfaatkan untuk smart building, smart home dan lain-lain. Prof Riri menyampaikan berbagai macam factor yang menentukan kesuksesan IoT  dimasa depan, dan juga berbagai tantangan dari IoT seperti keamanan jaringan. Topik yang dibahas oleh Prof Riri, kemudian dilanjutkan oleh pembicara kunci yang terakhir, yaitu Prof Bambang yang menekankan pembahasannya mengenai keamanan sebagai impact dari berkembangnya internet. Pembahasan dari Prof. Bambang memfokuskan pembahasan pada metode Watermarking untuk Intellectual Property Protection ( IPP), yaitu mekanisme untuk melindungi hak kekayaan intelektual seseorang yang ada di internet. Setelah pemaparan Prof Bambang, acara kemudian dilanjutkan dengan pemaran sejumlah peneliti yang dibagi dalam beberapa sesi, yaitu sesi Internet security and privacy, sesi E-Learning, sesi Image Processing, sesi Software Engineering, sesi Cloud and Grid Computing dan sesi Mobile and Web Applications.

“Diharapkan dari konferensi ini, hasil dari penelitian-penelitian yang ada dapat terevaluasi dan dapat ditingkatkan kualitasnya. Selain itu, tren terbaru terkait penelitian di bidang Informatika dapat tersebarluaskan dan dapat memicu kontribusi peneliti-peneliti lain untuk berkontribusi menciptakan pembaharuan lainnya dari penelitian yang telah ada tersebut” ujar Heri Prasetyo.

Semua hasil penelitian yang disampaikan dalam konferensi ini akan dipublikasikan juga dalam jurnal internasional bereputasi yang terindeks SCOPUS. Sehingga hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh khalayak luas.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Drs. Sutarno, M.Sc. Ph.D berharap agar kerjasama antara UNS dan UUM Malaysia tidak hanya dalam menyelenggarakan  Konferensi NETTAPS 2017, namun juga kerjasama lanjutan seperti di bidang akademik, penelitian, dan lain-lain, dalam waktu dekat.

“Kami memiliki program pertukaran mahasiswa antara UNS dan UUM. Beberapa mahasiswa berprestasi dari Program Studi Informatika UNS mengikuti proram pertukaran ini sejak 2016 sampai sekarang.  Pada kesempatan yang sama, mahasiswa dari UUM juga akan mengikuti program pertukaran ini pada tahun berikutnya di Proram Studi Informatika UNS,” ujar Prof Sutarno.

[M2]

Komentar

Shares