Berita Fakultas Ilmu Budaya

Tim Mahasiswa FIB UNS Siap Berlaga dalam KBKM Kemendikbud

Spread the love

Dua tim mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan berlaga dalam Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mereka yakni Bayu Aji Prasetya dari Prodi Sastra Indonesia Angkatan 2016 dan Akhyar Royan Fadhil dari Prodi Ilmu Sejarah 2018. Keduanya berhasil lolos ke tingkat regional BNPB Daerah Istimewa Yogyakarta yang meliputi tiga provinsi yaitu DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) merupakan platform kerja budaya yang menghimpun kaum muda untuk menjawab berbagai tantangan pemajuan kebudayaan dengan memanfaatkan kekayaan wawasan di bidang STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics).

Dalam kompetisi tersebut, Bayu mengusung media pembelajaran berupa modifikasi permainan kartu UNO berbahasa Jawa Ngapak. “Kami membuat produk berupa media pembelajaran yang digunakan untuk menambah kemampuan dan kepekaan terhadap bahasa Jawa khususnya Ngapak. Selain itu, dalam permainan ini, pemain juga akan belajar bahasa Jawa krama madya dan krama inggil serta akan mengenalkan kebudayaan Jawa. Jadi, pada sesi akhir permainan akan ada hukuman bagi yang kalah dengan membacakan geguritan dan parikan,” terangnya saat diwawancarai pada Jumat (17/7/2020).

KBKM regional Yogyakarta telah berlangsung mulai Senin (13/7/2020) hingga Kamis (6/8/2020), terdapat beberapa tahap dalam rentang waktu tersebut. Pada minggu pertama akan ada pelatihan dari fasilitator serta presentasi tahap satu, kemudian peserta akan mengerjakan prototype yang akan dipresentasikan pada babak final 6 Agustus mendatang.

Mahasiswa semester 8 tersebut sengaja mengangkat bahasa Jawa Ngapakkarena kepeduliannya terhadap penggunaan bahasa Jawa Ngapak. “Jadi mengusung bahasa Jawa Ngapak karena saat ini banyak orang yang mulai meninggalkan bahasa tersebut, apalagi bahasa Ngapak memiliki dialek yang berbeda dari bahasa Jawa Solo-Jogja. Selain itu, asal saya juga dari Banjarnegara yang setiap hari menggunakan bahasa Jawa Ngapak sebagai alat komunikasi baik dengan teman maupun orang tua. Intinya saya ingin bahasa kami yang unik ini jangan sampai ditingalkan apalagi punah,” ungkapnya.

Persiapan yang akan dilakukan selanjutnya yaitu dengan menyiapkan produk serta implementasi di lapangan. Nantinya, akan dipilih juara 1,2, dan 3 yang akan mengikuti KBKM di tingkat nasional pada Oktober mendatang.

“Kami tidak ingin ini jadi beban, namanya saja kompetisi pasti ada menang dan kalah. Lolos ke tingkat regional saja sudah bersyukur sekali, jalani saja prosesnya. Semoga kami dapat mengharumkan nama kampus melalui produk yang kami usung ini,” pungkasnya. (Bayu Aji Prasetya)

 

Sumber: https://fib.uns.ac.id/berita/tim-mahasiswa-fib-uns-siap-berlaga-dalam-kbkm-kemendikbud/

Komentar