Managing Organizational Change: Digital Transformation menjadi tema yang diangkat dalam webinar Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Kamis, 5 November 2020.

Webinar tersebut diadakan sebagai bagian dari World Class University Program UNS, dan bekerja sama dengan Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI PT) Fintech dan Banking (UNS Fintech Center).

Tiga pembicara diundang dalam acara itu yakni Prof. Gerald C. (Jerry) Kane, dari Carroll School of Management, Boston College Amerika Serikat, Profesor di bidang sistem informasi, sekaligus Direktur dari Edmund H. Shea, Jr. Center for Entrepreneurship Boston College, Soelistiyo Rudi Sanjaya, VP Jenius Consumer Product Lead, Bank BTPN, serta Dr. Sinto Sunaryo dari FEB UNS.

Dalam materi berjudul ‘The Technology Fallacy: How People Are the Real Key to Digital Transformation (especially during COVID)’, Prof. Kane mengatakan,  menurut hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat akselerasi bisnis yang sangat cepat bersamaan dengan hardirnya Covid-19. Kita melihat transformasi yang dalam kondisi normal terjadi dalam kurun waktu 5 tahun, menjadi 5 bulan.

Lebih lanjut, penulis buku berjudul The Technology Fallacy itu menyebutkan bahwa semua pihak mengetahui terjadinya transformasi teknologi, akan tetapi perusahaan tidak melakukan cukup usaha untuk menghadapinya, hal ini dikenal sebagai ‘the knowing doing gap‘. Terkait hal tersebut terdapat tiga tantangan yang dihadapi perusahaan dengan munculnya trend digital antara lain masalah internal, lingkugan pasar, dan tekanan kompetisi.

“Kondisi saat ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk mengetahui apakah teknologi digital yang kita miliki sudah robust untuk menghadapi perubahan besar. Saya mendorong setiap orang untuk memiliki growth mindset, bahwa anda dan perusahaan anda dapat bergerak maju untuk menyongsong perubahan digital,” ungkapnya saat menutup presentasi.

Pembicara kedua Soelistiyo Rudi Sanjaya, menyampaikan bagaimana ‘Jenius’ yang merupakan produk digital banking pertama di Indonesia berusaha untuk melakukan Transformasi di Indonesia. Langkah-langkah yang dilakukan Jenius dalam hal jasa perbankan melalui desain co-create (consumer centric), fitur yang ditawarkan oleh Jenius berasal dari co-create sehingga bisa memenuhi kebutuhan pengguna.

Selain itu karena berfokus pada kebutuhan konsumen, Jenius selalu mendengarkan keinginan dan kebutuhan pengguna, hal ini berbeda dengan perbankan tradisional dimana penyedia jasa perbankan seringkali tidak mengetahui kebutuhan dari pengguna.

Dari keterlibatan pengguna dalam pengembangan produk, Jenius memperkenalkan produk terbaru bernama Moneytory yang merupakan aplikasi terintegrasi, dapat digunakan untuk melakukan manajemen keuangan. Saat in jenius memiliki 2.7 juta pengguna yang tersebar di 514 kota dari Sabang sampai Merauke.

Pembicara terakhir yaitu Dr. Sinto Sunaryo menyampaikan materi mengenai ‘Managing Readiness for Change’, yang diawali dengan pembahasan 8 tahap perubahan berdasarkan Kotter’s model yaitu: munculnya kondisi yang mendesak, penciptaan koalisi, penciptaan visi, komunikasi visi, eliminasi hambatan, pencapaian prestasi jangka pendek, menumbuhkan perubahan, dan menetapkan perubahan. Mengelola kesiapan berubah adalah tanggung jawab semua anggota organisasi.

“Sangatlah penting bagi organisasi, khususnya pemimpin untuk memperhatikan kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan serta 4 aspek perubahan yang dibutuhkan guna mencapai perubahan yang sukses,” ungkapnya.

Empat aspek perubahan yang dimaksud merujuk pada 4 kondisi dimana seseorang akan bersedia merubah pola pikir dan perilakunya, antara lain mendorong pemahaman dan keyakinan, penguatan melalui mekanisme formal, pengembangan bakat dan skills, serta role model.

Dr. Sinto percaya bahwa perubahan adalah sesuatu yang penting untuk bertahan hidup, sehingga ia yakin bahwa organisasi harus bekerja sama untuk menghadapi perubahan dan mengubah tantangan dalam perubahan menjadi sebuah kesuksesan dan mendapatkan manfaat dari perubahan tersebut. (Aulia/Humas)

Komentar