Tendik FEB Lolos 8 Besar Lomba Pantun Empati Wabah Covid-19

Total
0
Shares

Sekti Anjar Sari, S.Sos, Tenaga Kependidikan (Tendik) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS), berhasil terpilih dalam 8 besar pemenang lomba pantun yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Sebelas Maret (UNS).

Pemenang lomba diumumkan kemarin, 7 Mei 2020 melalui media WhatsApp. Dari lomba pantun yang diikuti oleh 83 Ibu-Ibu DW Unit Persatuan (UP) UNS, terpilih 20 peringkat terbaik dan akan diabadikan dalam sebuah buku UNTAIAN PANTUN DWP UNS “Empati Covid-19”.

Tim penilai adalah 3 orang dosen UNS yang ahli dalam bidang bahasa dan sastra yakni Dr. M. Rohmadi, S.S., M.Hum., Drs. Al. Prasojo, M.Sn, dan Asep Yudha W, S.S., M.A.

Tendik yang sehari-harinya akrab dengan panggilan Anjar dan bertugas di Bagian Keuangan Magister Manajemen dan Magister Akuntansi FEB UNS telah mengirimkan 6 karyanya di bulan April lalu melalui Whatsapp kepada Ibu Lini Subekti Djoko Suhardjanto selaku Ketua Dharma Wanita UP FEB UNS.

Ide judul yang dipilih untuk pantunnya yakni Ayo Berjemur, Tidak Jabat Tangan, Optimis Corona Sirna, Di Rumah Aja, Jaga Jarak, dan Pake Masker.

Anjar pun tidak menyangka kalo masuk dalam delapan besar, awalnya hanya sekedar iseng saja, untuk memeriahkan lomba dan juga untuk mengatasi rasa jenuh selama masa pandemi, lebih sering bekerja dari rumah.

Panitia lomba sebenarnya hanya mensyaratkan peserta untuk membuat dan mengirimkan 3 hingga 5 buah pantun bertemakan pencegahan Covid-19, tidak ada persyaratan lain. Namun Anjar punya gagasan lain , tidak hanya menulis pantun tetapi mencoba mengkreasikannya dengan sebuah aplikasi.

Anjar bergegas belajar sebuah aplikasi melalui putri semata wayangnya, Naira. Setelah cukup mampu, Anjar dengan kelihaian tangannya membuat pantun-pantun itu yang tak hanya indah dibaca tapi juga indah dipandang.

“Untuk membuat pantunnya tidak butuh waktu lama, namun mengkreasikannya dengan sebuah aplikasi yang butuh waktu agak lama. Kurang lebih sekitar tiga jam saya menyusun keenam pantun itu dan saya membuatnya ketika malam hari, suasana sepi memudahkan untuk mengeluarkan ide-ide” ujarnya.

Bagi Anjar, lomba ini adalah pengalaman pertamanya, dan hasil dari lomba ini semakin menantangnya lebih berkreasi lagi untuk mengikuti lomba-lomba pantun berikutnya. (Humas FEB)

Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like