1

Senin- Selasa, 21-22 Maret 2016 di Ruang Seminar  Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta  (FISIP UNS) diselenggarakan kegiatan “Workshop Open Street MAP (OSM)”  dan keesokan harinya akan dilanjutkan dengan studi lapangan . OSM adalah suatu proyek kolaboratif     pembuatan peta dunia yang dapat disunting oleh siapapun dalam mengembangkan data bersama,  Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 10.00-15.00 WIB

Kegiatan di sponsori oleh  kampungnesia.org,  Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret (FISIP UNS),  Rujak Center for Urban Studies, Petasmg.com, dan Grobak Hysteria Semarang, dengan menghadirkan narasumber Oktavianto Bagus Prakoso dari Komunitas Hysteria Semarang dan Petasmg.com

IMG_0859

OSM merupakan salah satu pembelajaran bagi mahasiswa dan masyarakat umum  dalam memetri Kali Pepe, Kampung Sangkrah, Kampung Jagalan, Kampung Gandekan dan efek Urbanisme Warga yang dapat dimanfaatkan banyak pihak. Kegiatan pemetaanini sedianya  akan berjalan Maret-Mei dengan melibatkan muda-mudi kampung yang terlibat dalam kegiatan.

Dalam Wikipedia.com disebutkan bahwa Open Street Map (OSM) adalah proyek kolaborasi pembuatan peta dunia yang bebas disunting. Dua penggerak utama di balik perintisan dan pertumbuhan OSM adalah terbatasnya penggunaan atau ketersediaan informasi peta di sebagian besar wilayah dunia dan maraknya perangkat navigasi satelit portabel yang terjangkau.

Open  Street Map dirintis oleh Steve Coast di Britania Raya pada tahun 2004. Proyek ini terinspirasi oleh kesuksesan Wikipedia dan ketersediaan data peta berhak cipta di Britania Raya dan daerah lain. Sejak saat itu, OSM tumbuh dengan jumlah kontributor sebanyak 1,6 juta pengguna terdaftar yang mengumpulkan data menggunakan survei mandiri, perangkat GPS, fotografi udara, dan sumber bebas lainnya. Data yang dihasilkan IMG_0882oleh proyek Open Street Map merupakan produk utamanya. Data tersebut boleh dipakai dengan cara yang umum, seperti yang dilakukan Craigslist, OsmAnd, Geocaching, MapQuest Open, perangkat lunak statistik JMP, dan Foursquare untuk menggantikan Google Maps, dan cara yang tidak umum, seperti menggantikan data baku pada alat penerima GPSData OpenStreetMap dianggap lebih lengkap ketimbang data sumber berhak cipta walaupun  data peta OSM di seluruh dunia sangat bervariasi (Maryani HUmas FISIP)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like