UNS dan KEMLU RI adakan Diskusi dan Workshop Diplomasi Ekonomi

Total
0
Shares

Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) dan Pokja Diplomasi Ekonomi Kemlu bekerja sama dengan Program Studi Hubungan Internasional Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) mengadakan Diskusi dan Workshop Diplomasi Ekonomi, di Surakarta (1/6). Workshop mengangkat tema “Meningkatkan Kompetensi Diplomat sebagai sebagai Market Analyst/Intelligent danBridge Builder untuk Kepentingan Diplomasi Ekonomi Indonesia”.

bppk

Workshop diadakan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi para diplomat muda guna mendukung pelaksanaan diplomasi ekonomi yang berorientasi kepada kepentingan rakyat. Para diplomat muda ini juga dipersiapkan untuk menghadapi berbagai isu-isu terbaru khususnya di bidang ekonomi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas diplomasi ekonomi di Perwakilan RI di luar negeri.

Kegiatan yang diikuti oleh 30 orang diplomat muda dari berbagai satuan kerja di Kemlu, ini menghadirkan 5 orang narasumber yang memberikan pembekalan bagi para diplomat mengenai langkah-langkah praktis dan stategis dalam mewujudkan pelaksanaan diplomasi ekonomi.

Kelima narasumber tersebut adalah: Natalia Ratna Kentjana SH, LLM, Direktur Pengembangan Promosi BKPM; Drs. H Hardono, MH, MM, Wakil Ketua Umum Koordinator Wilayah Selatan KADIN Provinsi Jawa Tengah; Lukman Hakim, SE, M.Si, Ph.D, Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS; Dubes Nur Syahril Rahardjo selaku Plh. Ketua Pokja Diplomasi Ekonomi; dan Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D, Direktur Program Magister dan Doktor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM. Sedangkan bertindak sebagai moderator adalah Dr. Bambang Susanto, Sekretaris BPPK dan Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA, Ketua Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNS.

Benang merah yang dapat diambil dari diskusi dan workshop ini adalah pelaksanaan diplomasi ekonomi perlu diterjemahkan dalam berbagai kebijakan yang konkret dengan melibatkan koordinasi dari para stakeholders. Perwakilan RI tidak hanya bertindak sebagaimarketer, namun sebagai opportunity builder dan rich builder. Oleh karena itu para diplomat harus memiliki keahlian yang mumpuni di bidang market intelligence agar dapat membaca karakteristik pasar setempat dan mampu membangun strategi komunikasi dengan pihak-pihak terkait.

Acara diskusi dan workshop ini berlangsung selama dua hari. Hari pertama (1/6) dilaksanakan diskusi ilmiah di Pusdiklat UNS. Kemudian pada hari kedua (2/6) acara dilanjutkan dengan kunjungan ke PT. Sri Rejeki Isman Tbk, (Sritex) salah satu industri textileterkemuka di Surakarta, untuk memperkenalkan proses bisnis manufaktur textile/garmen Indonesia. (Sumber: Set. BPPK)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like

Festival Sastra 2018

      FESTIVAL SASTRA UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2018 “Rasa Juang Rasa Persatuan” ➖●✒Rangkaian Acara✒ ●➖ 1. Lomba-Lomba →Cipta Cerpen →Cipta Puisi →Musikalisasi Puisi ⚠Mulai 20 Maret s.d. 15 April…
View Post