UNS Jadi host OPTBANK Midterm Evaluation and Workshop to Design New Modules oleh Erasmus+

Total
0
Shares
Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses menjadi host dalam kegiatan OPTBANK Midterm Evaluation and Workshop to Design New Modules yang digelar pada akhir September 2019 di Hotel Royal Heritage Surakarta. UNS merupakan koordinator untuk universitas partner di Indonesia dalam program OPTBANK Erasmus+ Project, Peserta dari kegiatan ini adalah perwakilan dari universitas partner di Eropa (European Partner University) antara lain Universite de Limoges – Perancis, Universita Degli Studi Roma Tre – Italia, University of Bangor – UK (Inggris), dan Technical University of Crete – Yunani; partner universitas dari Indonesia yaitu Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Teknologi Bandung (ITB), UIN Syarif Hidayattullah Jakarta, Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH), Universitas Sriwijaya (UNISRI), dan Universitas Tanjungpura (UNTAN). Selain itu, associate partner lain dari bank regulator seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam kegiatan Midterm Evaluation dilakukan evaluasi untuk segala kegiatan dari program OPTBANK yang telah berlangsung pada tahun sebelumnya. Koordinator Proyek (Project Coordinator), Prof. Amine Tarazi dari Universite de Limoges – Perancis, mengapresiasi segala usaha yang telah diberikan dalam pelaksanaan aktivitas OPTBANK sejak dimulai pada tahun 2018 hingga pertengahan 2019. Terdapat banyak hal perlu diperbaiki untuk program-program selanjutnya, seperti proses seleksi peserta dalam program exchange (pertukaran pelajar) dan training, proses diseminasi strategi untuk setiap aktivitas, alur pelaporan, dan kejelasan PIC (Person in Charge-Penanggungjawab) untuk program selanjutnya. Meskipun begitu Project Committees (Komite Project) optimis bahwa semua program yang akan datang dapat dilaksanakan dengan sukses, hingga akhir project pada tahun 2020. Setelah Midterm Evaluation, selanjutnya dibahas mengenai topik “How to Design New Modules for PhD in Banking and Finance. Terdapat 10 modul yang dipresentasikan oleh para ahli yang hadir termasuk 2 modul yang melibatkan 3 regulator di bidang perbankan din Indonesia yaitu BI, OJK, dan LPS. Modul-modul tersebut membahas mengenai berbagai area khusus di bidang keuangan dan perbankan seperti Perbankan Sharia (Islamic Banking), Institusi Perbankan dan Manajemen Risiko Perbankan (Banking Institution and Bank Risk Management), Regulasi Perbankan dan Stabilitas Keuangan (Banking Regulation and Financial Stability), Struktur dan Efisiensi di Industri Perbankan (Structure and Efficiency of Banking Markets), Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan dan Financial Deepening (Financial Literacy, Financial Inclusion and Financial Deepening), Corporate Governance dan Institusi Keuangan (Corporate Governance of Financial Institutions), Keuangan Kuantitatif (Quantitative Finance), Operasional Riset dengan Teknik Berbasis AI dalam Keuangan dan Perbankan, serta modul yang secara khusus berhubungan dengan industri perbankan di Indonesia yang dipresentasikan oleh Dr. Inka Yusgiantoro dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dr. Yoga Affandi dari Bank Indonesia, dan Dr. Herman Saheruddin dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Modul-modul yang dibahas dalam pertemuan ini ditargetkan untuk diterapkan pada tahun 2020. Pilot project untuk modul-modul tersebut akan dilaksanakan di Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Keberhasilan dari pilot project akan membuka peluang bagi setiap universitas partner di Indonesia untuk menerapkan modul-modul tersebut. Sumber : Irwan Trinugroho, Ph.D.
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like