Usaha konveksi kaos di Desa Pandes merupakan industri unggulan di Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten. Dengan keunggulannya, Kampung Kaos menjadi sebutan yang melekat bagi desa itu.

Sejak pandemi COVID-19 yang melanda dunia akhir tahun 2019 lalu, industri konveksi di Kampung Kaos terkena dampaknya. Turunnya konsumsi dan daya beli masyarakat sangat berpengaruh terhadap permintaan pasar kerajinan konveksi di Kampung Kaos Desa Pandes.

Dengan kondisi ini, Tim Peneliti dari dua perguruan tinggi berkolaborasi melakukan inisiasi untuk melakukan pelatihan dan pendampingan bagi pengrajin konveksi di Kampung Kaos agar tetap eksis di masa pandemi. Diperlukan upaya penanganan yang serius karena masyarakat di Desa Pandes banyak yang menggantungkan hidupnya dari industri ini.

Kreasi sablon kaos

Tim peneliti diketuai oleh  Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Universitas Sebelas Maret (UNS) dan beranggotakan Dr. Edi Kurniadi, M.Pd. dari FKIP UNS, Zaenah, S.E., M.A. dari STIE Dharma Agung serta Dr. Ign. Novie Endi Nugroho, S.E., M.Si. Alumni Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) UNS.

Prof. Rahma mengatakan, kegiatan awal penelitian ini telah dilakukan di tahun 2020 lalu, berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Pandes, khususnya para pengurus BUMDes Karya Nyata dan perwakilan paguyuban pengusaha konveksi Kampung Kaos. Salah satu usaha BUMDES adalah produksi kaos dan yang kedua BUMDES punya lahan untuk arena budaya dan bermain anak-anak.

Foto bersama tim peneliti dan pengrajin

Dimulai pada tanggal 10 April 2021, tim peneliti  memberikan  berbagai pelatihan kepada para pengusaha UMKM kaos di Desa Pandes diantaranya pelatihan dan pendampingan perencanaan dan pengelolaan keuangan, pendampingan manajemen bisnis, pemasaran digital menggunakan teknologi informasi dan internet, pengembangan inovasi desain dengan pemanfaatan teknologi komputer, penggunaan teknologi tepat guna, implementasi pemasaran digital, inovasi desain, dan penggunaan teknologi tepat guna untuk produksi serta pembuatan arena bermain untuk anak-anak.

“Hasil penerapan teknologi tepat guna dan pelatihan pelaku usaha ini diharapkan dapat meningkatkan inovasi, pemasaran, pengembangan dan keterampilan pengelola usaha yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Pandes Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten” tuturnya.

Sementara itu, dari sisi administratif diharapkan adanya peningkatan kemampuan perencanaan dan pengelolaan keuangan dan manajemen bisnis yang lebih baik. Dengan peningkatan keterampilan ini diharapkan para pelaku usaha yang tergabung dalam BUMDes Karya Nyata ini dapat melalui kondisi krisis ini dengan baik dan pada akhirnya mampu berkembang sesuai dengan tuntutan pasar.

Setelah melakukan pelatihan dan pendampingan, tim akan melakukan kegiatan lanjutan untuk mengawal peningkatan hasil usaha konveksi kaos di Desa Pandes sehingga perekonomian di sektor UMKM dapat tumbuh kembali. (Humas FEB)