Tiga Narasumber Webinar Beri Strategi Publikasi pada Jurnal Bereputasi

Total
0
Shares

Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan Webinar bertajuk Strategi Publikasi pada Jurnal Bereputasi, Selasa, 15 Juni 2021.

Tiga narasumber dihadirkan dalam webinar yang dihadiri lebih dari 180 peserta, yakni Syaiful Ali, MIS, Ph.D, Ak, CA dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Sylvia Veronica N.P.S, SE, Ak dari Universitas Indonesia, dan Fitra Roman Cahaya, SE, M.Com, Ph.D, CSSR, CSRA dari University of Essex, United Kingdom.

Di awal paparan presentasinya, Syaiful Ali menyampaikan  bahwa bagi peneliti pemula sebaiknya membuat template atau format proposal riset yang fokusnya pada pertanyaan “What, Why, dan How. Hal ini agar penelitian lebih terstruktur dan memudahkan bagi peneliti dalam proses publikasi.

Peneliti bisa menempuh beberapa strategi agar papernya dapat dipublikasikan di jurnal bereputasi. Diantara strategi yang bisa ditempuh yaitu belajar dari penulis terkenal, bagaimana cara menyusun introduction, cara menyajikan argumen, tiru style-nya, bukan plagiasi.

Selain itu, peneliti juga dapat mengutip paper dari penulis yang berpotensi jadi reviewer atau ketika submit di jurnal X, pastikan beberapa artikel di jurnal X itu muncul di jurnal peneliti, jangan menonjolkan kelemahan paper dan paragraf jangan terlalu panjang.

“Biasanya reviewer melihat di abstrak dan introduction, bila bagian itu menarik, maka sudah mendapat gambaran utuh papernya. Selain itu, perlu diperhatikan untuk menggunakan editor bahasa Inggris yang profesional. Peneliti harus memperhatikan pula setiap respon dari reviewer.  Tulis respon rinci untuk setiap poin reviewer, tulis dengan bahasa yang baik, sopan dan menjelaskan dengan sangat detil. Tanggapi dengan sangat serius di setiap poin-poinnya” jelasnya.

Di akhir paparannya, Syaiful Ali berpesan agar peneliti harus selalu siap jika papernya ditolak. Rejection adalah sebuah proses yang biasa dalam publikasi, jangan menyerah.

Sementara itu, Dr. Sylvia menegaskan pada saat peneliti submit ke jurnal akan melalui tahap review oleh editor.

Kadang-kadang tahap awal sudah ditolak oleh editor sebelum ke reviewernya. Peneliti harus menyampaikan sangat baik dan meyakinkan apa kontribusi penelitiannya. Jika ditolak jangan menyerah, perbaiki dan submit lagi dan submit lagi, hingga paper peneliti benar-benar bisa dipublikasikan.

Terkadang paper seorang peneliti ditolak bukan karena kualitas papernya yang tidak bagus tapi karena tidak sesuai dengan ruang lingkup jurnalnya. (Humas FEB )

You May Also Like