Mahasiswa mempunyai ide-ide yang luar biasa, kreatif, dan mampu menangkap peluang usaha yang bisa dihubungkan dengan teknologi informasi saat ini, dari membuat action plan, sistem, bahkan aplikasi dan website.

Hal itu diungkapkan Deny Dwi Hartomo, akademisi yang juga menjadi salah satu juri Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) usai memberikan penilaian kepada tiga belas tim yang masuk babak final.

Lebih lanjut dikatakan bahwa ide-ide mahasiswa yang dituangkan dalam karya tulisnya adalah realistis dan mampu diterapkan guna peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum, khususnya dapat meningkatkan daya saing UMKM baik kancah nasional maupun global.

“Kami berharap mahasiswa dari berbagai universitas tidak hanya berkompetisi tetapi dapat berkolaborasi untuk menumbuhkan ide-ide baru yang bermanfaat bagi umat” jelasnya lagi.

Kegiatan yang digelar oleh Kajian Ekonomi Islam (KEI) FEB UNS, Jumat, 23/11/2018 di Ruang Sidang 2 FEB merupakan sesi final LKTIN yang diikuti oleh mahasiswa dari perguruan tinggi se Indonesia.

Tiga belas tim mahasiswa yang masuk ke babak final yakni tiga tim dari Universitas Airlangga, tiga tim dari Universitas Negeri Semarang, dua tim dari Universitas Brawijaya, satu tim dari Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Univeritas Sultan Ageng Tirtayasa, serta dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

LKTIN merupakan salah satu kegiatan dari beberapa rangkaian 8th SETiA (Sharia Economic Triumph Activities) yang pada tahun ini mengangkat tema Potensi Technopreneurship Berbasis Syariah Menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Beberapa kegiatan 8th SETiA lainnya diantaranya seminar nasional, gathering night dan field trip.

Pratama, Ketua KEI pada kesempatan lain juga mengungkapkan bahwa kegiatan 8th SETiA bertujuan untuk mengeksplorasi 4C yakni creativity, critical thinking, communication dan collaboration.

Dikatakan pula bahwa mahasiswa dengan ide-ide brilian diharapkan mampu mempunyai pemikiran ke depan untuk memecahkan permasalahan yang ada sekarang, mahasiswa bisa memahami implikasi kearifan lokal sebagai alternatif solusi pengembangan ekonomi Islam.

#Tetri Wahyu – Humas FEB

Komentar

Shares