Seminar Nasional: Tidak Ada Lagi Tempat Bersembunyi

Total
0
Shares

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis bekerja sama dengan Danny Darussalam Tax Center (DDTC) dan Ikatan Akuntansi Indonesia Wilayah Yogyakarta gelar Seminar Nasional Perpajakan, Kamis, 20 April 2017 di UNS Inn.
“Sumber penerimaan negara terbesar adalah dari pajak, tetapi nampaknya penarikan dari para wajib pajak masih belum efektif, sehingga masih sangat diperlukan kerja keras untuk memberikan kesadaran dan pemahaman bagi wajib pajak untuk sukarela membayar pajak” jelas Hunik Sri Runing Sawitri, Dekan FEB UNS mengawali sambutannya.

Foto 1foto 3

Foto 4

foto 5

Lebih lanjut disampaikan bahwa potensi penerimaan pajak masih sangat besar, sehingga upaya dari Program Studi Akuntansi yang menggelar seminar perpajakan ini sangat tepat dan penting, tema yang terkait dengan tranparansi data dan informasi, sangat membantu mengeksplor para wajib pajak, baik perseorangan maupun badan.

“Tidak Ada Lagi Tempat Bersembunyi”, sebuah tajuk menarik dihadirkan Darussalam pada seminar hari itu dan diikuti oleh 258 peserta.

“Saat ini pemerintah berupaya untuk melakukan reformasi di bidang perpajakan. Ada tiga alasan mengapa Indonesia perlu mengadakan reformasi yaitu karena kepatuhan wajib pajak yang rendah, struktur penerimaan pajak yang lemah dan globalisasi” jelas Darussalam.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa sejak tahun 2006 sampai dengan 2017, penerimaan pajak kita tidak pernah mencapai target, kecuali tahun 2008. Sejak 2011 sampai dengan 2016 pertumbuhan pajak kita selalu menurun, inilah yang mendasari mengapa perlu ada reformasi pajak secara menyeluruh.

“Pengampunan pajak (tax amnesty) adalah titik awal dari reformasi pajak Indonesia secara menyeluruh. Saat ini sudah dimulai dengan pembahasan undang-undang ketentuan umum dan tata cara perpajakan, tim reformasi disusun dengan masa kerja 5 tahun, targetnya, setelah berakhirnya periode tim reformasi pertama, tax ratio pajak kita menjadi 15%, sementara hari ini dan kemarin tax ratio diangka 11% tepatnya 10,9 %” katanya lebih lanjut.

“Pengaruh globalisasi mengakibatkan munculnya banyak negara-negara surga pajak yaitu negara-negara yang menerapkan tarip pajak rendah dan memperketat akses informasi keuangan yang ada diperbankan, negara tersebut sangat protek terkait informasi wajib pajak yang menyimpan dana-dananya di bank mereka” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like