Berita Fakultas Ilmu Budaya

Terus Tingkatkan Kemampuan Seni, TESA FIB Tampilkan Pentasintesa Dengan Lakon “Rumoh Geudong”

Seni merupakan suatu bidang multi dimensi yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk berbagai hal, salah satunya adalah meningkatkan minat, bakat dan mendorong kreatifitas pelajar maupun mahasiswa. Salah satu seni yang dimaksud adalah seni teater.

Seni teater sendiri merupakan salah satu perwujutan nyata apresiasi minat dan bakat seseorang atau sekelompok orang. Tesa, Organisasi kemahasiswaan di Fakultas Ilmu Budaya UNS adalah salah satu kelompok yang intens mengapresiasi sebuah pementasan Teater.

Sudah kesekian kalinya TESA mampu memberikan karya terbaiknya. Pada medio tahun 2018  ini, TESA kembali menunjukkan kemampuannya dengan menggelar pementasan dengan membawa tajuk Pentasintesa dengan lakon Rumoh Geudong (Nestapa di Tanah Rencong) karya Jarot Heru Prih Wibowo pada hari Jumat-Sabtu (11-12/5) di Sanggar Tesa.

Pentasintesa merupakan pentas produksi yang diselenggarakan guna menunjang kemampuan dan keaktifan anggota baru Teater Tesa tahun 2017 serta berusaha mengembangkan diri sebagai suatu kelompok kerja teater kampus yang mampu menjadi pekerja seni professional dan diterima oleh kelompok kesenian lain.

Pentas yang dihadiri oleh duaratusan penonton ini disutradarai oleh Roni Desi dan para  pemain terdiri dari mahasiswa Prodi Sastra Indonesia dan Prodi Sastra Daerah. Dari Prodi sastra Indonesia : Angga, Alien dan Salam. Sedangkan pemain dari Prodi Sastra daerah hanya satu orang mahasiswa yakni Hasan.

Sebagai pembina teater TESA, Albertus Prasojo menyambut baik pementasan ini, “Pentas merupakan muara seluruh proses kreatif UKM Teater. Juga sebagai tempat aktualisasi dan eksistensi diri sebagai pekerja teater. Rumoh Geudong hanyalah langkah kecil dalam keseluruhan proses kreatif”

Sedangkan Nabil Aldani selaku ketua panita mengatakan, “Pementasan teater ini menjadi salah satu media “pengingat” dan sekaligus “pemantik” bagi kita semua. Pentas ini menghadirkan peristiwa di Rumoh Geudong yang dikemas dalam bentuk yang lain. Lakon Rumoh Geudong dipilih karena merupakan salah satu saksi sejarah mengenai pelanggaran HAM pada dekade 1990-1998 ketika Aceh Aceh diperlakukan sebagai Daerah Operasi Militer.”

“Semoga ke depan akan ada lagi pementasan tentang Rumoh Geudong yang lebih sempurna dan lebih baik,” lanjutnya pengakhiri pembicaraan

Sumber : http://fib.uns.ac.id/berita/terus-tingkatkan-kemampuan-seni-tesa-fib-tampilkan-pentasintesa-dengan-lakon-rumoh-geudong/

Komentar

Shares