Mengingat bahwa tujuan dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia adalah untuk mendorong mahasiswa menguasai berbagai keilmuan kemudian dapat mengaplikasikannya dalam karya. Berlandaskan hal tersebut Tegar Ramadani mahasiswa Program Studi (prodi) Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS, menulis essai berjudul Fenma: Pemanfaatan Limbah Batang Tembakau Dan Kulit Kakao Dalam Pembuatan Bioetanol dan berhasil memperoleh juara II dalam kompetesi Menulis Essai Nasional FRIC 2021 BEM FMIPA Universeitas Negeri Malang.

Latar belakang Tegar menulis essai tersebut adalah ingin memberikan pandangan terkait energi baru dan terbarukan. Mahasiswa prodi Ilmu Sejarah angkatan 2021 ini menyoroti bahwa terdapat banyak limbah batang tembakau dan kulit kakao yang dapat diolah untuk menghasilkan bahan bakar di daerah Tapal Kuda Jawa Timur. Selain hal tersebut dia juga ingin menunjukkan bahwa mampu melahirkan karya di luar landasan ilmu yang dipelajarinya. “Sebagai mahasiswa yang merdeka, saat ini saya berhasil menunjukkan mampu berkarya diluar keilmuan yang saya pelajari” tandas Tegar ketika diwawancarai melalui platform Whatsapp  pada Senin pagi (29/11/2021).

Setiap prestasi pasti terdapat kunci, secara singkat padat namun aplikatif Tegar memaparkan kunci suksesnya adalah belajar dari kesalahan dan kegagalan. Melalui hal tersebut kita dituntut untuk tidak menyerah dan terus belajar guna menciptakan karya dengan ide lebih segar dan lebih baik.

Harapan sekaligus pesan Tegar untuk teman mahasiswa yang lain adalah untuk terus berkarya dan menulis, kemudian pertajam ilmu yang dipelajari serta jangan menutup jendela belajar pada disiplin ilmu yang lain. “Adanya program MBKM saat ini kita sebagai mahasiswa malah terbantu untuk belajar banyak hal. Banyak ilmu akan banyak kesempatan yang terbuka” pungkasnya. (Rensi)