Teater Oase Program Studi (prodi)  Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS, Surakarta kembali menggelar pertunjukan berjudul HWJN Kala Lengkara Dihempas Ego dan Cinta di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) pada Rabu malam (24/11/2021) pukul 19.00 WIB, kendati pertunjukan dilakukan secara luring protokol kesehatan tetap menjadi titik disiplin yang wajib dipatuhi oleh penonton.

Ditemui di Teater Arena, Rafi sebagai Sutradara pertunjukan mengungkapkan alasan memilih HWJN adalah ingin menunjukkan kritik  bahwa di masa saat ini cinta terkadang menerobos segala batasan. “Judul tersebut diambil dari novel yang kami adaptasi, kemudian kami tambahkan tagline Kala Lengkara Dihempas Ego dan Cinta, Lengkara bermakna kemustahilan. Diberikan tagline seperti itu sebagai gambaran manusia zaman sekarang, mencoba menentang kemustahilan, menghempas batasnya karena dua alasan, yaitu ego dan cinta” ungkapnya.

Pertunjukan ini berporos pada tokoh Hawjan sesosok jin yang berdiam dirumah tua dan kemudian tertartik pada seorang manusia bernama Swansan, perempuan jelita yang bermain Ouija (permainan yang melibatkan arwah) di tempat Hawjan bercokol. Ketertarikan Swansan terpercik ketika Hawjan menampakkan dirinya dengan sosok yang rupawan, api asmara keduanya semakin membara dari hal ini semesta menjadi kacau karena ego, cinta, dan angkara murka.

Terlepas dari intrik yang ada dalam ceritanya, HWJN menyiratkan makna bahwa sebesar apapun cinta seharusnya kita mampu mengatur ego dengan bijaksana, harus menaruh rasa pada alur yang tepat, jangan malah mengedepankan keinginan pribadi kemudian mengkambing hitamkan cinta untuk menumbuk kenyataan, cinta wajib bertahta pada bangku kesopanan dan norma budaya yang luhur. (Rensi)