Teater Oase

Teater Oase Menampilkan Perang Tanpa Henti, Menang Tanpa Arti, Cinta Hanya Ilusi

Total
0
Shares

Teater Oase kembali menampilkan drama “Perang Tanpa Henti, Menang Tanpa Arti, Cinta Hanya Ilusi” di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta, Jumat (23/12).

Setelah sukses dalam Tragedi Harut & Marut, Kisah Ahlul Kahfi dan Sulaiman Al-Chakim, teater Oase Sastra Arab kembali pentaskan drama berbahasa Arab. Oase menampilkan “Iskandar Al-Akbar” yang diangkat dari naskah Al-Iskandar Al-Akbar karya Musthafa Mahmud. Menceritakan tentang perjalanan spiritual, cinta dan penaklukan Iskandar Al-Akbar atau di dunia Barat dikenal sebagai Alexander The Great dan pasukannya dari Macedonia dalam menaklukkan Mesir, Iraq, Persia, Babilonia, Afghanistan hingga India. Dan juga tentang kemenangan sekaligus cinta yang terbalut ambisi. Ada pula kisah spiritual tentang Amunra dan Masahirta.

Teater Oase dilahirkan dari mata kuliah kajian drama, teater Oase merupakan kelompok kerja teater program studi Sastra Arab yang dalam pementasannya mengangkat karya sastra Timur Tengah. Sejak 2014 teater Oase telah menggelar tiga kali pementasan, dan pada tahun ini masuk ke pementasan ke empat sejak didirikan pada 11 November 2013.

“Tujuan didirikannya teater ini untuk memperkenalkan bahasa Arab melalui drama yang diambil dari cerita-cerita Timur Tengah. Melalui teater, kecintaan bahasa terasa berbeda. Oase mencoba untuk mengajak belajar bahasa dalam tataran aplikatif. Sekaligus menampung bakat-bakat seni peran, musik, dan kesusastraan,” ungkap Yuniarta selaku ketua teater Oase.

Pementasan ini diperuntukkan kepada para pecinta bahasa Arab, pembelajar bahasa Arab, pecinta seni baik seni peran, musik maupun puisi, dan juga penikmat karya sastra.

“Program studi Sastra Arab sudah bukan sesuatu yg diragukan kembali, Bukan hanya dalam bentuk seni, baru saja terukir dalam bidang olahraga mewakili UNS dengan juara 3 Taekwondo, karena Sastra Arab bukan memberikan janji tapi memberikan bukti baik dibidang penalaran maupun dibidang minat & bakat. teater Oase sudah layak untuk jual yakni dipentaskan secara komersil,” ungkap Supardjo, selaku wakil dekan bidang III

Sementara di lain tempat sutradara teater Oase, Nufal Hanif Saifudin mengatakan tujuan dari pementasan ini, yakni regenerasi bagi anggota baru dan lebih dikenal lagi di tingkat nasional bahwa Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya UNS itu punya teater berbahasa Arab.

Penonton dari Semarang, Naulinda Nurila Fadly dari UNWAHAS Fakultas Agama Islam mengatakan, Sebuah karya yang luar biasa, yang diciptkan oleh sastra arab, prodi yang baru berdiri di tahun 2010, jangka waktu yang masih muda, sudah bisa melahirkan karya kelas nasional.

“Seni drama teater yg luar bisa, bahagia teman-teman dari Satra Arab FIB UNS mampu melafalkan bahasa arab dengan baik dan kita dapat mendengarkan dialog yang sangat baik. Disitu ada sebuah nilai pendidikan dimana kita harus mendengarkan bahasa yang kita pelajari dan kita bisa melafalkan dengan sempurna, itu bisa dilakukan salah satunya dari drama teater,” ungkap M. Fikri Zarkasyi dari Sastra Arab FIB UGM.

sumber: http://fib.uns.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like