Dosen dan tenaga kependidikan FEB UNS mendapatkan Pelatihan tanggap bencana dan penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan), Jumat , 4 Mei 2018 di lingkungan FEB UNS.

Kegiatan yang dilaksanakan usai Senam Sehat mendatangkan pelatih dari Tim SAR UNS yang telah teruji kepiawaiannya dalam penanganan keadaan darurat atau bencana, di tingkat nasional maupun internasional.

Penanganan kebakaran dengan alat tradisional

Kegiatan pelatihan penanganan bencana dan penggunaan APAR oleh TIM SAR di FEB UNS ini baru kali pertama dilakukan di lingkungan UNS, FEB menjadi pemula yang nantinya akan menjadi contoh bagi unit atau fakultas yang lainnya.

“Security menjadi ujung tombaknya, namun demikian setiap orang harus memiliki pengetahuan tentang penanganan terhadap bencana agar mampu mengambil sikap, tidak panik jika sewaktu-waktu bencana terjadi, apalagi gedung di FEB bertingkat bahkan hingga lima lantai” jelas Suparji, salah satu Tim SAR.

Penanganan kebakaran dengan APAR

Tim langsung memberikan teori sekaligus praktek di lapangan ke beberapa tempat di FEB.

“Yang paling awal dilakukan apabila terjadi bencana, gempa ataupun kebakaran adalah jangan bersikap panik, ikuti arahan security, berjalan dengan cepat (tidak berlari) sesuai petunjuk jalur evakuasi menuju ketitik kumpul” jelasnya kemudian

Saat kondisi kebakaran, pastikan posisi tubuh merunduk berada di bawah kepulan asap agar nafas tidak sesak dan jika menuruni tangga, jangan menggunakan telapak tangan untuk memegang tangga, namun gunakan bagian punggung tangan untuk menghindari adanya arus listrik. Demikian pula tubuh harus merapat pada sisi tembok untuk menghindari runtuhnya tangga.

Disesi akhir pelatihan, dipraktekkan pula bagaimana antisipasi kebakaran ringan dengan menggunakan alat tradisional, karung goni ataupun yang modern dengan APAR, suatu alat pemadam kebakaran yang dapat dijinjing/dibawa, dioperasikan oleh satu orang, berdiri sendiri, mempunyai berat antara 0,5 kg -16 kg dan digunakan pada api awal.

Komentar

Shares