8

Hari ini dan besok, Selasa-Rabu 16-17 Pebruari 2016 pukul 08.30 WIB, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan seleksi mahasiswa berprestasi tingkat fakultas. Materi dalam seleksi mahasiswa berprestasi ini masih sama dengan seleksi tahun sebelumnya yaitu menyangkut tes kemampuan presentasi dalam bahasa inggris dengan penguji Dra. Zita Rarastesa, MA dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret di hari pertama dilanjutkan dengan tes hasil karya tulis dengan dewan penguji Dr. Kristina Setyowati, M.Si, Dra. Prahastiwi Utari, M.Si, Ph.D dan Dr. Ahmad Zuber,S.Sos,DEA di hari ke-dua
7

3Kegiatan mahasiswa berprestasi tahun 2016 diikuti oleh enam mahasiswa yang mengusung tema beragam. Keenam mahasiswa tersebut adalah (1) Ahmad Sofiudin , dengan judul “Farm Preneurship sebagai Program meningkatkan Kesejahteraan Petani Tembakau dan Mengurangi Ketergantungan terhadap Komoditi Tembakau di Kabupaten Temanggung”, (2) Muhammad Luthfi Syamsyudin, dengan judul “Strategi Perencanaan Komunikasi “Guyup Rukun” Sebagai Solusi dalam Prasangka Buruk dan Stereotip Masyarakat tentang Eks anggota Gafatar”, (3) Maflahah, berjudul “Pengembangan UKM Berbasis Appropriate Technologies sebagai Solusi Kemandirian dan Pemerataan Pembangunan di Kabupaten Subang Jawa Barat, (4) Widia Lestari, “Care Scavengers : Upaya Penanggulangan Kemiskinan Pemulung Berbasis Komunitas di TPA Putri Cempo Surakarta”, (5) Aditya Very Cleverina, berjudul “ Anti Terorism : Upaya Memupuk Nasionalisme dan Menjaga Keutuhan NKRI’, (6) Mukhsin , “Yok Dolanan: Strategi Pengembangan Pendidikan Bernasis Permainan Tradisional di Taman Cerdas Kota Surakarta dalam Mendukung Program Kota Layak Anak”.

4Dalam paparan singkatnya Mukhsin menyampaikan bahwa tujuan pembuatan proposal yang dipresentasikan dalam kompetisi mahasiswa berprestasi ini salah satunya untuk mengetahui bagaimana anak-anak dijaman sekarang dapat melakukan permainan tradisional yang memiliki filosofi luhur dengan lebih mengutamakan interaksi dengan anak lain melalui kegiatan dolanan anak sehingga setiap anak memiliki kepekaan sekaligus nilai –nilai moral yang tinggi mengingat banyaknya permainan anak saat ini seperti smartphone, gadget dan media elektronik lain yang sedang digandrungi anak-anak sekarang dirasa kurang memberi manfaat positif bagi anak karena lebih mengandalkan kemampuan individu dan kurang berinteraksi dengan anak lainnya. Dalam paparannya Mukhsin juga menyampaikan apabila model dolanan anak ini dapat diadopsi banyak pihak akan memberikan kontribusi besar bagi pemerintah khususnya dalam mengembangan model pembelajaran yang ramah anak berdasarkan pembangunan karakteristis, kerjasama dan membangun kepemimpinan dalam diri anak.
1Sedangkan Luthfi Syamsudin dalam makalah lainnya mencoba menguraikan bagaimana membangun strategi perencanaan komunikasi yang diharapkan mampu menjembatani berbagai kepentingan terutama terkait dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang saat ini sedang menjadi sorotan media terkait dengan kebijakan dan efek dari pengembalian para eks gafatar dari daerah-daerah yang selama ini telah diusahakan sebagai tempat tinggal dan bertahan hidup di Indonesia agar dapat diterima kembali sebagai warga masyarakat Indonesia pada umumnya karena stereotype yang telah menempel dalam organisasi ini sebelumnya.(Maryani FISIP UNS )

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like