Berita Fakultas Ilmu Budaya

Scandalous Production Prodi Sastra Inggris FIB Tampilkan Thirty Minutes to Charlie dan Family 2.0.

Thirty Minutes to Charlie

Fakultas Ilmu Budaya senantiasa mendorong mahasiswanya untuk mengembangkan prestasi akademik maupun non akademik. Setiap waktu, masing-masing Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menampilkan kemampuan bakat dan minatnya dalam bentuk penyelenggaraan pentas maupun pagelaran seni. Satu diantaranya ialah kegiatan pentas seni drama oleh mahasiswa Sastra Inggris bertemakan scandal, dengan tag line bertajuk“spill the tea”yang berarti mengungkap semua fakta atas konflik yang terjadi dalam drama tersebut. Pementasan berlangsung pada Jumat (28/6/2019) di Ruang 307 Fakultas Ilmu Budaya.

Sebagaimana diketahui, mahasiswa Sastra Inggris UNS 2017 memiliki Rumah Produksi yang bernama Scandalous Production. Melalui tangan dingin sang sutradara, dua pentas drama terealisasi dengan apik. Terdapat dua judul drama yang dipentaskan, yakni Thirty Minutes to Charlie dan Family 2.0.

Tampil dalam babak pertama, Thirty Minutes to Charlie. Bertepatan dengan tragedi pengeboman pada 11 September 2001 di New York, drama ini mengisahkan dua orang pegawai public relation, Reid dan Kline, yang memiliki agenda untuk menemui seseorang bernama Charlie. Pertemuan ini sangatlah penting sehingga Reid dan Kline berusaha untuk memperoleh perawatan medis sesegera mungkin, namun, dua suster rumah sakit yang diharapkan dapat memberi pertolongan justru bertindak sangat lambat sehingga membuat Reid semakin frustasi. Drama ini mengandung amanat bahwa apa yang seseorang tuai maka itulah yang akan ia peroleh.

Babak kedua menampilkan Family 2.0. Drama ini memiliki atmosfir yang berbeda dengan drama sebelumnya. Bercerita tentang hadirnya seorang lelaki asing yang tiba — tiba datang dan memasuki rumah sebuah keluarga dengan mengakui dirinya sebagai kepala rumah tangga yang baru. Motif dari pria asing ini adalah untuk mencari pasangan hidup, dan kehidupan yang baru. Humor di sana sini hadir dalam isi cerita. Sikap sang istri dan anak — anaknya yang konyol saat menghadapi lelaki asing itu berhasil memecah tawa penonton. Di akhir cerita, bukanlah mendapatkan apa yang ia inginkan, tetapi lelaki asing ini dihadapkan kembali pada kejenuhan dan ketidak-bersyukurannya pada hidup yang dijalani.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam tersebut dihadiri oleh mahasiswa dan khalayak umum . Ada yang menarik dari penonton, Ritish Bansal, seorang mahasiswa Universitas Lovely Professional, Jalandhar, Punjab, India yang kebetulan sedang ada di Indonesia dan menyempatkan menonton pentas ini. Dia pun mengungkapkan ketertarikannya. “Sungguh menarik, ini pertama kali aku melihat pentas drama di Indonesia. Melihat pentas ini memberikanku pengalaman baru yang belum pernah aku dapatkan, kata Ritish. “Penampilan berhasil membuatku hanyut dalam jalan ceritanya sehingga aku ingin tau apa yang akan terjadi selanjutnya”, lanjut mahasiswa asing tersebut.

Sebagai salah satu pemain, Muhammad Rafshanjani dalam Thirty Minutes to Charlie juga tidak menyangka bahwa reaksi penonton akan semeriah itu. “Saya sangat berterimakasih kepada kru produksi dan semua orang yang sudah membantu sehingga bisa menjadikan drama ini berjalan dengan lancar”. Sri Handini Sarwiningsih sebagai sutradara drama Family 2.0 sangat bangga dan puas terhadap penampilan pemain pemain yang berhasil memberikan yang terbaik kepada penonton dan seluruh orang di studio. Harapannya ke depan ialah untuk mampu memberikan penampilan yang lain tidak kalah menariknya dari pentas saat ini. (Rahma Dhian Karisma Putri)

Sumber: https://fib.uns.ac.id/berita/scandalous-production-prodi-sastra-inggris-fib-tampilkan-thirty-minutes-charlie-dan-family-2-0/

Komentar

Shares