Pelbagai forum yang bersifat mendorong dan menyukseskan generasi masa depan nampaknya harus diupayakan, sama halnya Program Studi (prodi) Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS yang menggelar Focus Group Discusion (FGD) Strategi Penelitian Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa Di Era Digital. Kegiatan tersebut merupakan cara Sastra Daerah meramu strategi guna akselerasi dalam aspek bahasa, sastra, dan budaya daerah terkhusus Jawa agar mampu berdigdaya di era gempuran global dan modernisasi saat ini. Bertempat di Jawa Dwipa Heritage Resort & Convention, Tawangmangu, Kranganyar Karanganyar kegiatan ini mengundang Prof. Dr. Wilem van der Mollen (Leiden University, Belanda), Prof. Sahid Teguh Widodo, S.S.,M.Hum.,Ph.D (FIB UNS), Prof. Dr. H. Lasiyo Widyodiningrat, M.A.,M.M (UGM), Prof. Suwardi Endraswara (UGM) sebagai narasumber.

Forum diskusi ini memecah kedinginan udara Tawangmangu (24-25/11/2021), dibuka oleh Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi FIB, Prof. Dr. Wakit, M.Hum, beliau mengapresiasi kegiatan ini, menurutnya forum ini akan menambah wawasan dan dapat memunculkan terobosan yang lebih segar terkait mengemas budaya dan Bahasa Jawa di era global.

Kegiatan ini dibuka diawali oleh dengan pemaparan Prof. Dr. Wilem van der Mollen, karena terkendala jarak diskusi dilakukan secara daring melalui platform Zoom Meeting, dalam pemaparannya beliau menerangkan tentang filologi dan Jawa Kuna. Suasana semakin hangat ketika Prof. Sahid Teguh menjabarkan materinya yang berjudul Horizon Baru Dunia Penerjemahan Kraya Karya Sastra, dengan penyampaian yang menarik Ketua PUI Javanologi UNS itu menerangkan enam penentu penerjemahan yang baik.

“Melalui penelitian yang saya lakukan ada enam penentu penerjemahan yang baik. Pertama, latar belakang pernerjemahnya, kedua pelajari culture culture naskah berasal, ketiga pelajari norma yang ada dalam ruang lingkup naskah tersebut, keempat cermati bahasa sasaran dan Bahasa sumber, kelima tentukan untuk condong pada forenisasi atau domestikasi, keenam jangan lupakan segala macam aturan yang berlaku dalam bahasa sasaran” terang Prof. Sahid Teguh.

Prof. Lasiyo dan Prof. Suwardi Endraswara masing-masing menjelaskan Filsafat Jawa dan Penelitian Sastra Jawa di Era Global. FGD ini diharapkan mampu menghasilkan formula segar agar budaya ataupun bahasa tetap mampu berdampak nyata untuk mencerdaskan bangsa dan memajukan peradaban. (Rensi)