Gatotkaca mengajak seorang pemuda melayang masuk dalam ruang bingkai smartphone, di dalamnya terdapat sosok berpakaian adat mengintip di balik tubuh pohon yang diselimuti banyak kunang-kunang berlalu-lalang, sinarnya memberikan kesan teduh dan hangat ditemaram riuhnya pohon biru tua. Ilustrasi tersebut tertuang dalam poster Salman Al Farisi mahasiswa prodi Ilmu Sejarah FIB UNS yang memperoleh juara II, pada kompetisi bertajuk DOKAR (Donasi Sambil Berkarya) VII yang diselenggarakan oleh Klub Paduan Angklung (KPA) Institut Teknologi Bandung (ITB) (22/11/2020).

Melalui poster berjudul Digitalisasi Budaya tersebut Salman ingin menyuarakan suatu cara efektif guna mencintai budaya tanah air untuk generasi penerus, yaitu  mengemasnya secara menarik kemudian mendigitalisasikannya. Akan sulit mengajak generasi penerus mencintai budaya jika pendekatan yang dilakukan bersifat konservatif.

“Pesan yang saya usung melalui poster ini adalah bagaimana khazanah budaya Indonesia disampaikan dan diwariskan kepada generasi penerus. Era yang semakin berkembang menuntut para penggiat budaya untuk bisa adaptif dengan situasi dan kondisi. Maka dari, itu budaya perlu disampaikan menggunakan pendekatan yang lebih bisa diterima dan dipahami oleh generasi penerima saat ini, yaitu melalui teknologi modern dengan media digital. Dengan kerjasama yang apik antara pegiat budaya dan pengembang platform digital, bukan tidak mungkin budaya-budaya yang telah lama ditinggalkan akan hidup kembali atau bahkan dicintai” ungkapnya.

Mahasiswa kelahiran Kediri ini membeberkan sedikit resepnya untuk bisa merengkuh prestasi, menurutnya faktor utama adalah kesabaran dan terus belajar. Melalui berbagai kegagalan/kekalahan semua diajak untuk terus berbenah dan belajar menjadi lebih baik, jika pemahaman tersebut diilhami semua dirasa mampu mendulang prestasi yang gemilang.

“Kesabaran. Dalam setiap kemenangan ataupun kekalahan yang kita alami dalam berkompetisi, selalu ada pengalaman dan hikmah yang bisa diambil. Dari suka maupun duka yang kita lalui, kita dapat belajar untuk memperbaiki diri agar bisa lebih baik ke depannya. Mungkin berat di awal ketika kita tak kunjung mendapatkan prestasi yang kita inginkan, tapi dari kekalahan-kekalahan itu lah tangga-tangga menuju prestasi atau tujuan kita terbentuk” paparnya.

DOKAR 2020 merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh KPA-ITB, selain terdapat beberapa kompetisi bertemakan budaya, kegiatan ini sebagai wadah untuk membantu panti asuhan yang ada di sekitar Bandung serta masyarakat yang terdampak Covid-19. Hal tersebut diwujudkan dengan penggalangan donasi yang diambil dari biaya pendaftaran peserta. Adapun daftar peserta lomba poster 28 orang, lomba videografi sembilan orang dan lomba essay 24 orang yang terdiri dari berbagai sekolah dan universitas di Indonesia. (Rensi)

Sumber:https://fib.uns.ac.id/news/salman-al-farisi-mahasiswa-prodi-ilmu-sejarah-fib-uns-juara-ii-lomba-poster-dokar-kpa-itb

Komentar