Foto: Rektor UNS Prof Ravik Karsidi dalam sambutan silaturohmi keluarga besar UNS tahun 2018 di Auditorium.

Menyambut Tahun 2018 keluarga besar Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengelar silaturahmi, dihadiri oleh pimpinan, seluruh dosen, staff tenaga pendidik dan mahasiswa, Selasa (2/1/2018) di Auditorium.

Dalam acara silaturahmi yang bertajuk “Menyikapi Era Disrupsi Inovasi” yang dipaparkan oleh Dr Senot Sangadji S.T.M.T mengemukakan jika era disrupsi telah banyak membawa perubahan besar dalam berbagai sendi kehidupan. Ia mencontohkan banyaknya perusahaan besar yang runtuh karena gempuran perubahan seperti Kodak yang gulung tikar karena hadirnya kamera digital. Kodak gagal mengantisipasi disrupsi hingga tergilas zaman.

Dalam sambutannya Rektor UNS Prof Ravik Karsidi menyampaikan bahwa tantangan yang akan datang di tahun 2018. Menyikapi Era disrupsi inovasi adalah tantang yang sangat luar biasa. Segenap dosen dan tenaga kependidikan untuk berubah dan berinovasi seiring era disrupsi atau perkembangan yang terjadi secara cepat. Sebab dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat perguruan tinggi di Indonesia terancam menghadapi kematian

Berbagai inovasi di bidang kependidikan sudah dilakukan UNS di antaranya menyusun blended learning atau pembelajaran campuran. Dikemukakan, sebanyak 1.300 mata kuliah di UNS yang sudah disusun dengan sistem blended learning. Namun ternyata inovasi tersebut masih tertinggal jauh di banding yang dilakukan berbagai PT di berbagai belahan dunia.”Ini PR bagi kita semua untuk terus berinovasi. Karena tanpa inovasi, bisa jadi PT akan mati, ujar Ravik Karsidi (HUMAS-UNS).

 

Komentar

Shares