Prof. Doddy: Publikasi di Jurnal Terindeks Scopus Bukan Proses Instan

Total
0
Shares

Filosofi dalam publikasi seperti mengukur baju sendiri, riset sejauh apa dan dapat publikasi dimana, jangan karena publikasi, author melakukan tindakan unethical yang dapat merusak reputasi author.

Pernyataan itu disampaikan Rayenda Khresna Brahmana, Ph.D., Associate Managing Editor fo Internatiopnal Joural of Business and society Scopus H-Index:5; Documents:44 Universiti Malaysia Serawak, mengawali presentasinya pada Webinar Strategi Publikasi Jurnal Internasional, Selasa, 30/6/2020.

Rayenda Khresna Brahmana, Ph.D

Selanjutnya dikatakan, strategi publikasi bisa dalam kuantitas dan kualitas. Untuk earlier researcher biasanya memilih salah satu. Dari segi kuantitas adalah dengan menggunakan kolaborasi. Semakin banyak orang yang berkolaborasi, maka semakin banyak kuantitasnya.

“Bagi yang expert researcher dapat mengkombinasi. Agar menghasilkan publikasi 8-10 tahun depan, paling tidak submit 15 paper tahun ini. Untuk mengejar kuantitas, perlu pendampingan sejumlah paper yang disubmit di beberapa jurnal” papar Rayenda

Dari segi kualitas, perlu dilakukan training dalam pembuatan paper berkualitas, faktor lingkungan, resource (software proofread, gramarly, software statistic, mendeley) pengukuran melihat ABDC list, ABS list dan menggunakan metode kolaborasi dan benchmarking dengan membaca paper-paper yang relevan.

Sementara itu, Prof. Doddy Setiawan, SE.,MSi,. Ph.D, Ak menyarankan untuk earlier researcher dapat mencari mentor atau senior yang bisa membimbing, “do not work alone” karena di jurnal top-tier sangat jarang ditulis hanya untuk 1 penulis. Cara mencari partner adalah dengan menghubungi partner yang mempunyai keahlian di bidang tertentu.

Dijelaskan pula bahwa proses publikasi di jurnal terindeks scopus bukan merupakan proses instan. Untuk mencari jurnal internasional yang tepat pastikan jurnal yang di tuju tidak di blacklist oleh DIKTI, hindari predatory journal, perhatikan jumlah issue yang diterbitkan dalam 1 tahun dan jumlah artikel dalam satu kali terbit, apakah jurnal tersebut pernah mempublikasikan artikel dengan topik yang sama.

Prof. Doddy juga menyarankan untuk mengacu ke artikel yang relevan yang telah terbit di jurnal yang dituju, cek kualitas terbitan jurnal dan forth coming article, cek submission/publication fee. Submit artikel secara bertahap, cari call of paper yang fokusnya pada tema paper author. (Humas FEB)

Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

You May Also Like