Program Studi (Prodi) S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali mengadakan Technical Assistance bersama Dr. Alexander Christian Bauer dari Wittenborg University of Applied Science,  Jumat, 3 September 2021.

Acara technical assistance bertajuk Technical Assistance: Project-Based Learning  Method, Structure of Lessons and Project, Blended Project Lesson Approach tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2021.

Moderator acara, Dr. Catur Sugiarto, dosen FEB UNS mengatakan bahwa workshop kali ini merupakan bagian kedua dari Workshop Project-Based Learning Method (PBL).  Sesi pertama workshop membahas mengenai pengenalan dan tipe-tipe dari PBL. Workshop kedua kali ini akan membahas mengenai struktur detail dari mata kuliah berbasis proyek.

Mengawali paparan, Dr. Bauer menyampaikan ringkasan dari materi sebelumnya yang mencakup pentingnya feedback dari mahasiswa, bimbingan dosen selama proses pengerjaan proyek, dan pemahaman mahasiswa dalam proses presentasi.

“Keuntungan dari PBL adalah kita sebagai dosen bisa memberikan masukan dan melakukan monitoring secara intens,” jelas Dr. Bauer.

Dr. Bauer juga menekankan perbedaan antara proses belajar-mengajar biasa dan PBL dimana mahasiswa diberikan ruang untuk mendemonstrasikan kemampuan dan skill secara independen.

“Tanpa PBL, mahasiswa akan cenderung takut untuk mengembangkan. Mahasiswa yang hanya belajar dari buku, tidak menggunakan PBL akan menerima materi itu secara apa adanya dan tidak berani melakukan pengembangan,” tambah Dr. Bauer.

Selanjutnya, Dr. Bauer menjelaskan secara rinci mengenai struktur dari mata kuliah berbasis PBL, keselarasan antara capaian pembelajaran dan proyek mahasiswa, cara-cara menemukan atau mempersiapkan proyek yang sesuai, desain proyek, hingga tips dan trik dalam proses komunikasi dengan mitra proyek. Dalam paparannya, beliau juga menjelaskan teknik supervisi, coaching, dan penyampaian feedback yang baik.

Terkait capaian pembelajaran, Dr. Bauer menyarankan dosen untuk menetapkan standar yang rendah di awal penerapan PBL.

“Sebagai dosen kita sebaiknya bisa lebih luwes dalam penilaian di awal penerapan PBL, baru setelah beberapa proyek berlangsung, kita bisa meningkatkan standar penilaian” jelasnya.

Sebelum break singkat selama 15 menit, Dr. Alex membagikan dua contoh mini proyek mahasiswa yang bisa dibaca dan dipelajari oleh peserata. Paparan materi dilanjutkan dengan teknik mempersiapkan proyek yang tepat serta tips dalam membentuk tim proyek mahasiswa, termasuk di dalammnya adalah teori peran dalam tim, Teori Belbin.

Sesuai dengan harapan dari Kepala Program Studi S1 Manajemen, Dr. Atmadji dalam  sambutannya, workshop tersebut diharapkan dapat memberikan ilmu baru dalam penerapan PBL yang kemudian dapat diterapkan oleh dosen di Prodi S1 Manajemen dalam proses belajar mengajar. Beliau juga berterima kasih kepada Dr. Bauer yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membagi ilmu yang sangat bermanfaat dan berdiskusi bersama civitas akademika FEB UNS.  (Humas FEB).