Prodi Akuntansi Hadirkan Prof. Maurizio Massaro dalam Agenda Visiting Professor

Total
0
Shares

Program Studi Sarjana (S1) Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Surakarta, kembali mengadakan Kuliah Umum Visiting Lecture pada Jum’at (18/06/2021) secara daring melalui Zoom Cloud Meeting.

Dalam sambutannya, Dr. Agung Nur Probohudono, Ph.D., Kepala Program Studi (Kaprodi) S1 Akuntansi menyampaikan agar seluruh perserta yang hadir bisa belajar banyak dari Prof. Massaro dan semoga topik yang disampaikan pada hari ini akan dapat memperluas pengetahuan mahasiswa, khususnya di bidang akuntansi.

Visiting lecturer merupakan agenda rutin yang diadakan oleh Prodi Akuntansi FEB UNS yang sebelumnya telah mengundang Prof. Hooi Che Wooy, Prof. Evan Lau, dan Prof. Corina Yosef. Topik mengenai Intellectual Capital yang dihadirkan pada hari tersebut merupakan topik yang penting dan menarik karena mahasiswa lebih sering berfokus pada praktek akuntansi yang berkaitan dengan Tangible Asset. Sehingga materi mengenai Intangible Asset yang termasuk didalamnya adalah Modal Intelektual akan menjadi materi pendamping yang bermanfaat bagi mahasiswa.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi utama oleh Prof. Massaro dari Ca’Foscari University of Venice. Mengawali materi, Prof. Massaro menyampaikan lima bagian materi yang akan disampaikan secara daring melalui Zoom dan Youtube Livestreaming, yaitu, pengenalan Knowledge Economy, Definisi riset di bidang Modal Intelektual, dan Tahapan riset di bidang Modal Intelektual.

“Saat ini, banyak dari layanan digital yang tersedia secara gratis untuk kita gunakan. Hal ini dapat terjadi karena marginal cost yang dibutuhkan untuk membentuk produk digital memiliki nilai yang mendekati nol, sehingga perusahaan dapat memberikan layanan jasa digital seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, secara gratis,” jelas Prof. Massaro. Kondisi inilah yang disebut sebagai free economy.

Kondisi free economy tersebut membawa implikasi yang sangat besar di bidang akuntansi. Karena hampir semua aplikasi internet yang ditawarkan merupakan produk yang berdasarkan pengetahuan atau knowledge-based. Sementara ilmu akuntansi yang kita pelajari menyatakan bahwa nilai sebuah barang atau produk akan berkurang setelah digunakan, pengetahuan  tidak mengikuti hukum tersebut karena saat digunakan, pengetahuan akan bertambah dan bukannya berkurang.

“Hal ini sangat menarik untuk dipelajari karena kondisi ini telah membawa perubahan yang sangat besar dan disruptif hingga merubah model bisnis dari perusahaan,” jelas Prof. Massaro.

Paparan materi berlanjut dengan tahap perkembangan riset di bidang modal intelektual, cara pengukuran, dan perspektif ekosistem. Acara berlangsung secara interaktif melalui aplikasi Wooclap sehingga peserta dan pembicara dapat berinteraksi secara aktif.

Reporter: Aulia

Editor: Humas FEB

You May Also Like