Kuliah Umum FEB

Perubahan Paradigma Pembangunan

Total
0
Shares

Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UNS gelar kuliah umum bertajuk “Perubahan UNS gelar kuliah umum bertajuk “Perubahan Paradigma Pembangunan” dengan menghadirkan narasumber Prof. Aris Ananta, M.Sc. Ph.D., Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula FEB, Jumat, 24 Maret 2017 diikuti oleh tenaga pendidik dan mahasiswa.

11

9 rev

10 rev
Lukman Hakim, SE, M.Si, Ph.D, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dalam sambutannya mengatakan bahwa topik yang akan disampaikan oleh Prof. Aris Ananta sangat inspiratif, bagaimana paradigma pembangunan akan selalu berubah. “Semoga kuliah umum ini memberikan refresh kepada mahasiswa yang biasanya banyak menjalani perkuliahan di kelas dan dapat dilanjutkan dengan diskusi yang mendalam”.

Prof. Aris Ananta menawarkan paradigma baru dalam pembangunan. Pembangunan diarahkan pada manusia dan lingkungannya. Dia mengkritik pola pengajaran ilmu ekonomi yang selalu menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan suatu negara. Sementara itu asumsi lainnya, seperti kemiskinan, pengangguran, dan kelestarian lingkungan hanya dijadikan bagian dari pada pembentukan PDB. “Saya memperhatikan riil sector bukan finance” jelasnya.

Pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, dan pendapatan per kapita sekedar salah satu alat untuk mencapai tujuan pembangunan. Pertumbuhan ekonomi merupakan alat yang penting, namun bukan satu satunya alat. Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi bukan pengukur tujuan pembangunan. Menurut Prof. Aris Ananta, ada tiga tujuan utama yang sangat penting dalam pembangunan yaitu Justice and Compassion, People Centred Development dan Environmentally Friendly Development. “Sektor keuangan dan pertumbuhan ekonomi adalah untuk mencapai tiga tujuan utama pembangunan tersebut”, jelasnya.

Beberapa indikator Justice and Compassion diantaranya tata kelola yang baik, tidak adanya konflik masyarakat, tidak adanya barang dan jasa yang terbuang. Tujuan pembangunan lain yang penting menurut Prof. Aris Ananta yaitu People Centred Development indikatornya meliputi kesehatan, pendidikan, kebebasan bergerak secara geografis dan rasa keamanan, kebebasan dari ketakutan seperti takut dari teroris, ketakutan politik dan ketidakpastian ekonomi. Kesehatan dan pendidikan menjadi tujuan pembangunan. Pendidikan yang baik akan menghasilnya sumber daya manusia yang pandai, pandai bukan sekedar tahu ilmu tetapi lebih dari itu yaitu pemahaman tentang diri sendiri, lingkungan dan masyarakat.

Selanjutnya, yang lebih penting juga Environmentally Friendly Development, indikatornya: kuantitas dan kualitas udara, air, dan tanah serta keberlangsungan udara, air dan tanah untuk generasi mendatang. Kelestarian lingkungan harus jadi sasaran lain dari aktivitas perekonomian yang tumbuh. Hal ini berarti jangan lagi ada anggapan bahwa upaya pelestarian alam menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi. “Kita ubah, bahwa pertumbuhan ekonomi jadi pembantu perbaikan lingkungan. Air bersih dan udara bersih yang harus jadi tujuan pembangunan”, paparnya.

Setelah acara inti, digelar peluncuran buku karya Prof. Yunastiti Purwaningsih, MP berjudul “Ekonomi Pertanian Pendekatan Teori, Aplikasi dan Kebijakan”. Dalam sambutannya Prof. Yunastiti memaparkan bahwa rancangan dan draf buku ini telah diberikan kepada mahasiswa S-1 Ekonomi Pembangunan FEB UNS pada matakuliah Ekonomi Pertanian dan juga mahasiswa S-2 Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UNS pada minat studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis. “Buku yang diluncurkan hari ini merupakan revisi melalui uji coba selama dua dasa warsa dan alhamdulillah disambut baik oleh mahasiswa” katanya lebih lanjut.

Pada kesempatan itu pula, Prof. Yunastiti menyerahkan buku karyanya kepada Prof. Aris Ananta, tiga orang wakil mahasiswa dari tiga kelas mata kuliah Ekonomi Pertanian FEB UNS, satu orang wakil mahasiswa dari UMS dan kepada dua orang dosen yang bertanya diforum itu.

Acara diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan oleh Drs. Harmadi, MM, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FEB UNS kepada Prof. Aris Ananta sebagai narasumber, Prof. Yunastiti dan Dr. Ahmad Daerobi, MS sebagai moderator.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like