Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan menggabungkan 25 program studi (prodi) diploma di UNS yang saat ini memiliki mahasiswa sejumlah 5379 dalam satu wadah Sekolah Vokasi. Penggabungan ini dimaksudkan agar lebih memberdayakan prodi diploma, dan bisa lebih fokus pada pengembangannya.

Santoso Tri Hananto, Direktur Sekolah Vokasi UNS menyampaikan maksud kunjungan ke FEB

“Sejak dilantik Desember 2018 lalu hingga November 2020, kami ditugaskan untuk menyiapkan prototipe atau kendaraan Sekolah Vokasi UNS” kata Santoso Tri Hananto, Direktur Sekolah Vokasi UNS, mengawali penyampaian maksud kunjungannya beserta pengelola vokasi ke FEB UNS, Rabu 16/1/2019.

Selain ke FEB, pengelola Sekolah Vokasi UNS juga melakukan kunjungan ke beberapa fakultas lainnya di UNS untuk menerima masukan dari pimpinan fakultas. Masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengelolaan sekolah vokasi dan akan dibicarakan lebih lanjut dengan pimpinan UNS.

Lebih lanjut, Santoso menyampaikan, terkait UNS akan menjadi PTNBH, di salah satu poin pakta integritasnya disebutkan bahwa sekolah vokasi dikelola dengan perencanaan yang baik, dipisah dari jalur akademik. Dan juga, sekolah vokasi diharapkan dapat menyelesaikan masalah rasio doktor di UNS.

Kunjungan Sekolah Vokasi diterima oleh Dekanat, Pimpinan Prodi S1 &a D3 serta Pimpinan Tenaga Kependidikan FEB

Dalam persiapannya, sambil menunggu peraturan pemerintah tentang sekolah vokasi yang masih diproses, kita mengacu pada SK Rektor No 28 Th 2018 mengatur tentang OTK Prodi Diploma. Sehingga dokumen yang menyangkut kelulusan, ijasah, trankrip, Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) masih belum bisa ditandatangani oleh Direktur Sekolah Vokasi, namun oleh Rektor dan Dekan.

Dalam hal pengembangan sekolah vokasi, akhir Januari dan awal Februari 2019 akan ada pemetaan dosen UNS. Semua dosen akan diberi kuesioner, diberi kesempatan yang sama untuk memilih apakah di jalur akademik atau vokasi, dan akhir penetapannya oleh Rektor dan Dekan. Tidak menutup kemungkinan yang sudah doktor akan ada yang memilih vokasi. Kami olah lalu disajikan ke pimpinan fakultas dan universitas.

Bagi dosen yang ditetapkan berada di sekolah vokasi, akan diusahakan untuk menempuh sertifikasi kompetensi.

Demikian juga untuk tenaga kependidikan, akan ada migrasi ke sekolah vokasi, terutama admin prodi yang menangani siakad. Selain itu juga admin pengelola keuangan agar kepala prodi dan kepala lab tidak disibukkan dengan administrasi keuangan namun lebih fokus kepada silaturahmi ke perusahaan dan instansi pemerintah.

Santoso juga mengungkapkan model pembelajaran Sekolah Vokasi UNS yang akan dikembangkan yakni 321 untuk Program D-3 dan 431 untuk Program D-4.

Perkuliahan untuk Progam D-3 dilaksanakan di kampus selama 3 semester, di industri 2 semester dan 1 semester untuk penyelesaian tugas akhir, gabungan antara kampus dan industri. Sedangkan untuk D-4, 4 semester di kampus, 3 semester di industri, 1 semester tugas akhir yang merupakan kombinasi antara kampus dan industri.

#Tetri Wahyu – Humas FEB

Komentar

Shares