Sesi foto bersama, Rektor UNS didampingi oleh penyelenggara dan narasumber Seminar Internasional

UNS – Dalam rangka meningkatkan melek digital literasi masyarakat di Indonesia, UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Seminar Internasional bertemakan “Digital Literacy and Library-based Creative Knowledge in The Digital Era” bertempat di Ruang Seminar Lantai II Perpustakaan UNS pada Kamis (3/5/2018). Kegiatan ini diikuti oleh 123 peserta dari berbagai profesi diantaranya pustakawan, guru, dosen, peneliti dan mahasiswa yang datang dari  berbagai propinsi di Indonesia.

Seminar ini menghadirkan narasumber Kepala Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dra. Labibah Zain, M.LIS, Vice President for Academic and Student Affairs Yamaguchi University Japan Pro. Fukuda Takamasa, Ph.D yang dalam hal ini diwakili oleh Dr. M. Eng. Herman Saputro, Takanobu Shiina dari Kokushikan University Japan, Burwan Tilusubya dari Tanzania Afrika, serta Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum selaku Kepala Perpustakaan UNS Surakarta, dan sebagai moderator Kepala International Office UNS M. Taufik Al Makmun, M.A turut serta hadir dalam acara ini Rektor UNS Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S yang sekaligus membuka kegiatan ini.

Rektor UNS memberikan sambutan sekaligus membuka acara seminar Internasional

Dalam sambutannya Ravik karsidi sangat mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan ini, seminar ini sangat bermanfaat bagi pustakawan khususnya di era revolusi industri 4.0 saat ini.

Lebih lanjut, Ravik berharap pustakawan di Indonesia mampu menjadi guru non formal bagi sivitas akademika di masing-masing Lembaga dimanapun ia bekerja, mindset pustakawan di era saat ini tidak hanya sebatas menata buku atau menjaga buku saja, tetapi harus mampu menyajikan informasi yang valid yang dibutuhkan oleh pengguna perpustakaan.

“Seorang Pustakawan harus sanggup mengikuti perkembangan zaman di era saat ini, agar tidak tergerus atau tertinggal oleh kemajuan zaman yang semakin cepat ini” tegasnya.

Labibah Zain memaparkan materi dalam forum seminar

Dalam paparan materinya, Labibah Zain menekankan kepada masyarakat Indonesia, ketika menerima informasi atau broadcast melalui aplikasi whatsapp atau aplikasi lainnya agar di baca terlebih dahulu, dicek kebenaran informasi yang diterima, jangan langsung dibagikan ke orang lain, yang mungkin belum tentu benar informasinya. Sebagai institusi penyedia informasi, Perpustakaan diharapkan mampu menjadi fasilitator bagi pemustaka dalam mencari informasi yang valid dan dapat dipercaya.

Menurut Tri Hardiningtyas selaku penyelenggara mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan dan memaksimalkan pengetahuan tentang literasi digital yang didasari oleh pengetahuan kreatif kepada masyarakat Indonesia di era globalisasi yang berbasis perpustakaan.

“Harapan dari kegiatan ini adalah masyarakat di Indonesia tidak hanya melek membaca dan menulis saja, tetapi mampu menggunakan dan memanfaatkan kemajuan teknologi seluas-luasnya” tambahnya. (Humas-Perpustakaan)

Komentar

Shares