Spread the love

Lebih dari 150 peserta yang sebagian besar mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) mengikuti kegiatan Shark Tank: Meet and Discuss with the Journals’ Editors, Sabtu 18 Juli 2020.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh PDIE FEB UNS bertujuan untuk membantu mahasiswa PDIE yang sedang dalam proses publikasi hasil penelitian disertasi sehingga mereka dapat melakukan revisi artikel sesuai dengan standar jurnal internasional bereputasi.

Dalam pidato sambutannya, Prof. Rahmawati, Kepala Program Studi (Kaprodi) PDIE FEB UNS berterimakasih kepada para peserta yang hadir terutama para editor jurnal yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membimbing mahasiswa. Event tersebut diharapkan dapat memfasilitasi para mahasiswa PDIE dalam melakukan publikasi, mengkritisi, serta memberikan masukan terhadap artikel yang telah ditulis.

“Saat ini PDIE sedang dalam proses akreditasi internasional, sehingga harapannya, acara ini akan dapat mendukung visi jangka panjang UNS untuk menjadi World Class University serta mengakselerasi proses publikasi artikel di PDIE,” paparnya kemudian.

Berbeda dengan acara diskusi pada umumnya dimana semua peserta tergabung di sebuah forum besar atau utama, usai pembukaan acara oleh Wakil Dekan Bidang Akademik mewakili Dekan FEB UNS, peserta dibagi ke dalam lima ruang diskusi. Hal ini bertujuan agar peserta dapat fokus mendiskusikan artikel dengan bimbingan masing-masing editor jurnal. Lebih dari 20 artikel yang dikirimkan peserta menjadi bahasan dalam diskusi.

Lima editor jurnal internasional tersebut yakni Prof. Siong Hook Law, Editor in Chief, International Journal of Economics and Management, Scopus membimbing di ruang 1 dengan topik Financial Economics and Corporate Finance; Prof. Hooy Chee Wooi, Editor in Chief, Asian Academy of Management Journal of Finance and Counting, Scopus membimbing di ruang 2 dengan topik diskusi Accounting and Corporate Governance; Dr. Evan Lau, Managing editor, International Journal of Business and Society, Scopus di ruang 3 dengan topik diskusi Economics; Dr. Abu Hanifah Ayob, Associate Editor, Jurnal pengurusan, Scopus di ruang 4 dengan topik diskusi di bidang Management; dan terakhir di ruang 5, Dosen dari FEB UNS Dr. Irwan Trinugroho, Associate Editor, International Journal of Economics and Management, Scopus, Associate editor, Asian Academy of Management Journal of Finance and Accounting, Scopus., & Managing Editor, International Journal of Economic Policy in Emerging Economies, Scopus dengan topik di bidang Banking and Fintech.

Sebelum memasuki sesi diskusi artikel, Prof. Hooy Chee Wooi yang berada di ruang diskusi 2 menyampaikan alasan-alasan yang paling sering terjadi ketika sebuah artikel ditolak oleh sebuah jurnal.

Prof. Hooy menyebutkan delapan alasan mengapa sebuah artikel ditolak antara lain karena gagal melewati screening teknis, tidak mencakup topik yang sesuai dengan jurnal yang dituju, tidak lengkap, kelemahan dalam hal prosedur analisis data, simpulan yang tidak didukung oleh argument yang kuat, memiliki kontribusi yang kecil, sulit dimengerti, dan yang terakhir adalah karena artikel tersebut membosankan.

Lebih lanjut, Prof. Hooy menyatakan bahwa penting bagi penulis untuk memilih jurnal yang tepat dengan memperhatikan peringkat dari setiap jurnal, sehingga jangan sampai salah mempublikasikan artikel.

“Di sini saya menggunakan analogi mobil, artikel Anda adalah mobil yang memiliki kualitas tertentu. Apabila anda memiliki artikel dengan kualitas yang tinggi maka jangan publikasi artikel tersebut di jurnal dengan ranking rendah, begitu pula sebaliknya,” jelas Prof. Hooy.

Seperti halnya Prof. Hooy, keempat editor jurnal di ruang daring yang lain berdiskusi dan mereview artikel-artikel yang telah dikirimkan peserta. Peserta sangat antusias mengikuti jalannya diskusi hingga usai. (Aulia/Humas FEB)

Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.