Spread the love

Program Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, mengadakan The 1st International Conference on Sustainable Business and Economic Environment (ICSBEE) pada Rabu, 12/8/2020 secara daring.

Acara tersebut menghadirkan Prof. Arif Anshory Yusuf dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) sebagai keynote speaker dan tiga plenary speaker yaitu Prof. Ruhul Salim dari Curtin University yang saat ini menjabat sebagai Director of Graduate Research in Economics and Finance Curtin University, Associate Prof. Tamat Tarmizi dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), saat ini menjabat sebagai Deputy Dean of the Faculty of Economics and Management in Research and Innovation, Wakil President of the Persatuan Econometrics Malaysia serta menjadi editorial board di dua jurnal internasional Jurnal Ekonomi Malaysia and International Journal of Economics and Management, dan juga Dr. Vincent Hadi Wiyono, akademisi FEB UNS.

Dr. Izza Mafruhah, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS dalam sambutan membuka acara menyampaikan ungkapan terima kasih kepada para pembicara yang telah bersedia hadir, serta para peserta ICSBEE.

“ICSBEE 2020 bertujuan untuk menumbuhkan ide-ide dan inovasi sebagai kontribusi yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa target SDG (Sustainable Development Goals) Indonesia di tahun 2020 tetap tercapai meski ditengah kondisi Pademi Covid-19,” ungkap Dr. Izza.

Lebih lanjut, Dr. Izza berharap supaya ICSBEE dapat meningkatkan jumlah publikasi artikel ilmiah di FEB UNS, dari target 50 publikasi internasional, saat ini sudah ada 35 artikel yang terpublikasi di jurnal internasional ter-index scopus.

Keynote speech oleh Prof. Arif Anshory Yusuf membahas SDG di Indonesia, dampak dan penyesuaian selama pandemi.
Dalam presentasinya, Dr. Arif yang saat ini menjabat sebagai President of Indonesian Regional Science Association, menyoroti dampak pandemic Covid-19 pada dua aspek SDG yaitu SDG 1 Kemiskinan dan SDG 10 Kesenjangan Ekonomi.
Salah satu temuan dalam penelitian beliau mengenai SDG Indonesia adalah bahwa penurunan mobilitas penduduk di Indonesia selama pandemi telah meningkatkan kesenjangan ekonomi.

Menginjak ke sesi plenary, terdapat tiga pembicara yang juga menyoroti berbagai permasalahan terkait kondisi perkembangan SDG di tengah pandemi Covid-19, Prof. Ruhul Salim menyampaikan presentasi berjudul “SDG Pattern in Asia After the Pandemic”, Associate Prof. Tamat Tarmizi dengan judul “Which Macroeconomic Model Fit During and After Pandemic?”, dan Dr. Vincent Hadi Wiyono menyampaikan materi berjudul “How Does Social Capital Affect the Achievement of SDG’s During and After Pandemic in Indonesia”.

Acara dilanjutkan dengan parallel session, peserta konferensi dibagi kedalam sesi presentasi untuk mempresentasikan artikel ilmiah yang dikirimkan ke ICSBEE 2020. Setiap peserta diberi waktu 10 menit untuk mempresentasikan artikelnya yang kemudian akan mendapatkan komentar dan saran perbaikan, oleh Chairman yang bertugas di setiap ruang paralel. (Humas FEB)