Merdeka Belajar Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

Total
0
Shares

Merdeka belajar dalam Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim akan sangat berpengaruh kepada dunia pendidikan tinggi. Demikian juga berpengaruh bagi industri dan BUMN yang harus mempersiapkan lebih untuk menjadi mitra perguruan tinggi.

Ada perubahan yang harus dipahami oleh seluruh civitas akademika, terutama dosen. Dosen yang dulunya banyak mengajar dan mahasiswa sebagai pendengar namun sekarang berubah, dosen sebagai penggerak. Dalam merdeka belajar, mahasiswa diberi kemerdekaan menambahkan kompetensi yang diinginkan.

Peran program studi (prodi) menjadi sangat peting untuk mempersiapkan kurikulum merdeka belajar, memfasilitasi mahasiswa yang akan mengambil matakuliah lintas prodi dalam perguruan tinggi, menawarkan beberapa mata kuliah yang bisa diambil oleh mahasiswa di luar prodi dan luar perguruan tinggi beserta persyaratannya , melakukan ekuivalensi mata kuliah dengan kegiatan pembelajaran luar prodi dan perguruan tinggi, dan jika ada mata kuliah yang belum terpenuhi maka disiapkan kuliah daring.

Pembelajaran di kelas bersifat diskusi, problem solving dan higher order thinking. Dosen sebagai penggerak dalam menfasilitasi pembelajaran mahasiswa secara independen. Merdeka belajar yang digunakan dalam bentuk non kuliah misalnya magang , menghadirkan praktisi, dan project yang melibatkan mahasiswa.

Pernyataan itu disampaikan Prof. Dian Agustia,SE M.Si, Ak, CA, CMA, Ketua IAI KAPD dan juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga dalam Webinar Kurikulum Kampus Merdeka yang diselenggarakan Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas, Rabu 24 Juni 2020 .

Sementara itu, narasumber lain, Gatot Soepriyanto, SE, Ak, M.Buss (Acc), Ph.D mengatakan dalam kampus merdeka, mahasiswa memiliki hak 3 semester untuk mendapatkan pengalaman di luar prodinya Beberapa hak itu diantaranya untuk melakukan 8 alternatif pilihan yakni magang, proyek di desa, kampus mengajar, pertukaran pelajar, penelitian/riset, kewirausahan, proyek mandiri , atau proyek kemanusiaan.

Dikatakannya, ada panduan tersedia secara daring berjudul Buku Saku Panduan Merdeka Belajar Kampus Merdeka 2020. Dalam buku itu, dijelaskan mengenai mekanisme pelaksanaan merdeka belajar, yakni mengenai pendaftaran, seleksi administratif akademik, pemilihan dari 8 kegiatan yang akan mahasiswa lakukan, proses penilaian oleh dosen pembimbing dan bagaimana pendampingan dari pihak eksternal sampai mahasiswa dinyatakan lulus, nilai dikonversi SKS dan diinput dalam kartu hasil studi . Dalam buku saku itu juga secara lengkap memaparkan setiap model yang ada.

Pembicara ketiga di webinar yakni Suprapto, SE, MM, Praktisi Asosiasi dan Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) membahas tentang kebutuhan di industri logistik yang memerlukan kompetensi dan integritas sumber daya manusia yang tinggi.

Acara yang diikuti oleh sekitar 200 peserta itu dibuka oleh Prof. Drs.Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons), PhD, Ak., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS. (Humas FEB)

Editor: Drs. Bambang Irawan, M.Si.

You May Also Like
Mendung boleh menggelayut di garis langit tapi tidak sedikitpun menghalangi  jejak langkah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS untuk memajukan peradaban, salah satu cara mengimplementasikannya adalah melalui jalinan kerja sama. Mengilhami hal…
View Post