Mengejar BEP, Semangat Awal Seorang Pengusaha

Total
0
Shares

Dalam bisnis, kita harus memulainya dari melihat apakah bisnis itu layak atau tidak. Bisnis itu sangat kompleks, harus melihat profitnya, dikonversikan dengan investasi yang ada, operasionalnya bagaimana, dilihat juga pertumbuhannya tahun depan.

Hal itu disampaikan Djoko Santosa, pemilik Gilang Ramadhan Studio Band, Solo, Jumat, 16/11/2018 saat menilai hasil presentasi mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen FEB UNS.

Kedelapan kelompok memprestasikan kelayakan usaha kelas musik yang akan dibuat, dihadapan Djoko dan beberapa dosen pengampu perkuliahan Praktik Simulasi Manajerial (PSM).

“Semangat seorang pengusaha yang pertama adalah mengejar Break Even Point (BEP)nya, BEP menjadi ukuran yang penting dalam bisnis, setelah itu mengejar growthnya. BEP rata-rata 3 tahun lebih di bisnis yang layak, bisa nggak 2 tahun BEPnya, yang start up malah 1 tahun.” jelas Djoko.

Dari sebagian besar kelompok yang dinilainya, semangat bisnisnya masih kurang, profitnya rendah, masih hanya sekedar hobby.

Mahasiswa masih berpikir linier, seharusnya bisa “melompat”, tentukan berapa kita akan mengeluarkan modal dan berapa yang akan kembali, lalu berapa growth yang kita capai. Setelah itu, kita bisa menentukan SPP.
Penentuan SPP itu akan berpengaruh kepada fee atau gaji instruktur karena kunci dikelas musik adalah instrukturnya. Jika instruktur berkualitas, tentu harganya mahal.

Disisi lain, untuk biaya operasional di sekolah musik yang dikelolanya, tidak pernah iklan di koran atau radio karena biaya yang tinggi. Sekarang yang mulai digiatkan adalah sosmed, perlu dibentuk divisi sosmed.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like