Mendiskusikan Kesetaraan dan Keadilan bagi Difabel Dalam Ranah Pendidikan

Total
0
Shares

Kesetaraan dan keadilan bagi difabel masih sangat jarang diperhatikan oleh banyak orang. Masih banyak hal-hal di sekitar kita yang mungkin bagi kita adalah hal biasa dan bisa kita lakukan begitu saja dengan mudah. Namun, bagi sebagian orang yang memiliki kebutuhan lebih dari kita, merasa bahwa hal tersebut adalah hal yang bahkan sangat sulit untuk dilakukan. Contohnya, naik tangga. Bagi kita, naik tangga mungkin adalah sebuah hal yang sangat mudah dilakukan, kita tinggal mengayunkan kaki dan meletakkannya sesuai dimana anak tangga berada dan sampailah kita di lantai berikutnya dari lantai yang kita tempati sebelumnya. Akan tetapi, bagi mereka yang berkebutuhan khusus, hal tersebut mungkin tidak semudah itu. Mungkin bagi mereka, menaiki tangga merupakan sebuah perjuangan tersendiri bagi mereka.

Hal tersebut barulah hal kecil seperti menaiki tangga, namun, bagaimana dengan hal yang besar seperti pendidikan? Oleh karena itulah, CENSOR FISIP UNS membuat sebuah acara Diskusi Bareng Pakar Ilmiah (DIKARI) yang mengangkat topik Mendiskusikan Kembali Solo Kota Inklusi. Acara ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai gagasan Kota Inklusi. Selain itu, acara ini pun sedikit banyak membantu mahasiswa untuk berfikir secara kritis.
Dalam acara yang digelar di Ruang Aula FISIP UNS, Selasa 15 Desember 2015 mulai pukul 09.00-13.00 ini CENSOR mengundang Bapak H. Darmawan Budianto, S.Pd, M.Si selaku Kepala Sekolah SD Al Firdaus yang menjadi sekolah percontohan Inklusi dan Bapak Drs. H. Hasto Daryanto, M.Pd selaku kepala seksi pendidikan kesetaraan dan keaksaraan Disdikpora Surakarta sebagai pembicara dan pakar dari kota inklusi. Pak Darmawan atau yang akrab disapa Pak Wawan memaparkan mengenai sistem pendidikan Inklusi di SD Al Firdaus, sementara Pak Hasto memaparkan tentang rencana perwujudan kota inklusi di Solo.
Acara yang dihadiri oleh sekitar 60 mahasiswa yang berasal dari berbagai jurusan di FISIP ini berlangsung dengan lancar. Banyak pertanyaan kritis yang dilontarkan oleh audiens mengenai kota inklusi dan sistem kerja pendidikan inklusi. Hal ini menunjukkan antusias mahasiswa FISIP UNS terhadap gagasan Kota Inklusi cukup tinggi.12371228_899909696743860_2921721616084648008_o

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like