Memasuki New Normal, Tak Hanya Hotel, Atraksi Wisata Solo Pun Harus Siap

Total
0
Shares

Memasuki tatanan kehidupan baru, masyarakat diharapkan mampu beradaptasi mengubah perilaku keseharian, termasuk juga bagi kalangan perhotelan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) telah menyiapkan protokol kesehatan untuk kembali mengoperasikan sektor usahanya di tengah pandemi Covid-19. Secara bertahap, hotel mulai buka kembali setelah beberapa waktu berhenti beroperasi dan banyak yang merumahkan karyawannya.

Drs. Bambang Irawan, M.Si, Pengamat Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan pihak PHRI yang menjemput bola untuk mulai menghidupkan kembali hotel dan restoran.

Menyongsong new normal, PHRI jauh lebih siap untuk mulai menggiatkan kembali industri perhotelan. Namun, pariwisata tidak hanya hotel, ada atraksi wisata yang menjadi daya tarik kota Solo, selain itu juga ada kuliner dan pasar tradisional.

Pemerintah pusat melalui PHRI perlu mendorong pemerintah kota untuk mendorong atraksi wisata atau produk-produk wisata lain untuk segera mempersiapkan diri menuju new normal sehingga bisa berakselerasi.

“Jika ada meeting di hotel Solo, tentunya peserta tidak akan melulu tinggal di hotel saja, mereka akan berjalan-jalan mengunjungi pasar tradisonal ataupun menikmati kuliner yang banyak disuguhkan di kota Solo. Dan untuk hal ini, sangat perlu dipersiapkan protokol kesehatan yang baru sesuai dengan yang digariskan oleh pemerintah. Harus ada akselerasi yang saling terkait antara pemerintah pusat, provinsi maupun daerah” tegasnya.

Di tingkat nasional, Solo berada diperingkat delapan dalam hal MICE (meeting, incentive, convention, exhibition). Hanya dalam konteks exhibition saja yang kurang, Solo belum mempunyai ruang yang memadai. Solo memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi kawasan MICE City. Potensi yang dimiliki Solo diantaranya keragaman budaya, obyek wisata yang beragam, dan hotel bertaraf internasional.

Pendapatan dari hotel kebanyakan dengan menjual mice-nya. Hotel perlu mempersiapkan diri di setiap event-event yang diselenggarakannya agar tidak menabrak protokol kesehatan, misalnya dengan pembatasan tamu yang berkunjung. (Humas FEB)

Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

You May Also Like