Berita Fakultas Ilmu Budaya

Melalui Program PKM-K Mahasiswa FIB Manfaatkan Limbah Bekas Jadi Tas Baju Cantik

Berawal dari keprihatinan terhadap keberadaan limbah kain yang susah terurai di lingkungan masyarakat, tiga mahasiswa FIB UNS membuat ide bisnis Tas Serut yakni “Tas Baju Cantik (TBC)” dengan memanfaatkan limbah baju bekas sebagai upaya meminimalisir keberadaan limbah kain.

Mereka adalah Bayu Aji Prasetya (Sastra Indonesia 2016), Siti Muldiatun Nasikhah (Sastra Indonesia 2016), Dwi Apri Kurniawan (Sastra Indonesia 2017) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K).

Melalui sarana Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UNS 2018, mereka mengolah limbah kain berupa baju bekas untuk dikreasikan melalui daur ulang menjadi barang bernilai jual tinggi. Menurut Bayu, pemanfaatan limbah kain di masyarakat umumnya hanya sebatas untuk keset atau lap, dan belum berpikir untuk memanfaatkannya sebagai barang daur ulang bernilai jual tinggi.

“Masyarakat biasanya memanfaatkan kain atau baju bekas  sebatas sebagai keset atau lap, bahkan masyarakat kelas atas biasanya baju bekas langsung dibuang begitu saja,” ungkap Bayu, di Kampus UNS, Minggu (1/07).

Bayu berpendapat, hasil produk berupa tas serut yang diberi nama TBC ini selain memiliki nilai jual yang tinggi, tas ini cocok untuk dibawa berpergian kemanapun, sebab bentuknya yang simpel dan tidak terlalu besar ukurannya. Produk tas ini juga memiliki ciri khas yaitu mempertahankan desain asli baju. “Keunggulan produk kami dibanding produk sejenis yang lainnya yaitu dari segi desain, karena produk TBC ini mempertahankan desain asli baju, yakni masih ada kancingnya, kerahnya, dan sakunya yang menjadi ciri khas produk ini dan tidak dimiliki produk lain,” begitu jelasnya.

Bayu menambahkan dengan penambahan lapisan furing di lapisan dalam tas, membuat TBC ini nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari. “Karena sudah dilapisi dengan furing kekuatannya bakal dua kali lipat dari tas yang tidak ada furingnya,” tutur Bayu.

Bersama dengan timnya, Bayu berharap produk Tas Baju Cantik (TBC) ini dapat dikenal masyarakat luas dan mampu bersaing dengan produk-produk serupa. Selain itu, Ia berharap kedepannya bisa mengembangkan produk menjadi berbagai macam bentuk dan jenis, bukan hanya berupa tas. “Kami ingin tetap memprioritaskan dari segi ramah lingkungan, karena kami memanfaatkan bahan-bahan dari baju dan kain bekas agar meminimalisir limbah kain yang ada di Indonesia,” pungkas Bayu. (Redaksi/Awan; foto/Belom)

sumber : http://fib.uns.ac.id/berita/melalui-program-pkm-k-mahasiswa-fib-manfaatkan-limbah-bekas-jadi-tas-baju-cantik/

Komentar

Shares