Semangat langkah mahasiswa baru Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta disambut bangga oleh semua Program Studi (prodi) dengan pelbagai kegiatan, tidak terkecuali prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS yang mengadakan Kuliah Umum. Kegiatan yang dimoderatori oleh Bagus Kurniawan, S.S., M.Hum. ini dilaksankan pada Senin pagi (23/08/2021) secara daring memaluli aplikasi Zoom Meeting dengan mengangkat tema Kebudayaan dan Arus Globalisasi.

Guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra, M.A., M.Phil. hadir sebagai pembicara tunggal dalam kuliah umum kali ini. Menurut Dr. Dwi Susanto, M.Hum (Kaprodi Sastra Indonesia FIB UNS) kegiatan ini menjadi pengembang semangat mahasiswa untuk menghadapi kuliah.

“Melalui kuliah umum pagi hari ini diharpkan dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa (baru dan lama) menghadapi perkuliahan. Selain hal tersebut kegiatan ini disiapkan untuk menjadi landasan menyambut calon-calon profesional dan intelektual” tutur Dr. Dwi Susanto.

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FIB UNS, Prof. Dr. Warto, M.Hum, menurutnya kuliah umum ini sangat membantu bagi para peserta untuk memahami kebudayaan dan bahasa. “Fakultas bergembira dan menyambut baik kegiatan yang diprakarsai oleh Sastra Indonesia. Melalui kegiatan kuliah umum ini diharapkan memberikan manfaat, terutama mahasiswa baru dan bagi kita semua terkait pemahaman kebudayaan dan bahasa. Seperti halnya slogan FIB ‘Memajukan Peradaban’ jadi dalam istilah Jawan klungsu-klungsu melu udhu (meski hanya sedikit tetap turut andil) mengembangkan kebudayaan untuk memajukan peradaban” ungkapnya.

Prof. Heddy menjelaskan empat topik dalam sesi pemaparan materinya yang berjudul Keberagaman Budaya Indonesia dan Arus Globalisasi. Adapun empat topik itu adalah, posisi kebudayaan dalam kebudayaan Indonesia, sifat dan ciri budaya Indonesia,  budaya Indonesia dan globalisasi, dan strategi budaya.

“Saya mengerucutkan empat topik tersebut dalam  beberapa pemaparan. Pertama adalah pengertian kebudayaan meliputi perangkat simbol atau sistem simbol, diperoleh dan dibangun lewat kehidupan sosial, digunakan untuk beradaptasi dan membangun dunia. Kedua adalah wujud kebudayaan meliputi sisi material atau fisik, perilaku, kebahasaan, dan pengetahuan” jelasnya.

Simpulan guru besar Ilmu Antropologi UGM mengajak kita semua untuk berefleksi terkait kebudayaan. “Saya akan memberikan pertanyaan yang mungkin menjadi refleksi bagi kita semua. Bagaimana perasaan kita ketika bangsa lain kagum pada budaya kita? Bagaimana perasaan kita kalau berbagai unsur kebudayaan tadi hilang, dilupakan, dan diakui pihak lain?” pungkas Prof. Heddy (Rensi)

 

Sumber: https://fib.uns.ac.id/news/kuliah-umum-prodi-sastra-indonesia-fib-uns-bahas-kebudayaan-dan-arus-globalisasi