Kenali Kanker Sejak Dini menjadi Bahasan Dharma Wanita Persatuan FEB

Total
0
Shares

Pertemuan Rutin Dharma Wanita FEB, Selasa, 14/11//2017 di Ruang Sidang I FEB hadirkan pembicara dari Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YPKI) untuk memberikan pengenalan dan pencegahan penyakit kanker sejak dini.

Dalam paparannya, Supriyadi dari YKPI mengatakan bahwa proses terbentuknya kanker membutuhkan waktu yang lama, 15 sampai 25 tahun. Karena prosesnya yang lama sehingga banyak pasien datang ke medis dalam kondisi sudah parah pada stadium lanjut.

Bagi orang yang sudah terkena kanker terdapat gejala-gejala umum yakni buang air besar tidak tuntas, berat badan turun drastis, sesak nafas dan batuk kering. Kanker ditandai munculnya berbagai macam benjolan.

Beberapa faktor menjadi penyebab kanker diantaranya yaitu gaya hidup, virus, keturunan, pola makan dan lingkungan.
Seseorang dengan riwayat kanker dalam keluarga cenderung akan terkena kanker kemungkinannya adalah 70%. Jika golongan darah keturunannya adalah A atau AB kemungkinan timbul kanker menjadi 85%.

Pola konsumsi makanan yang tidak sehat sangat memicu pertumbuhan sel kanker, yakni makanan yang mengandung monosodium glutamate (penyedap rasa), natrium benzoate (zat pengawet makanan) formalin, borax, blen, fizer, gendar (zat pengenyal makanan), rodamin B (zat pewarna textile) dan Nitrosami (makanan yang dibakar).

Lingkungan yang tidak sehat juga menumbuhkan sel kanker, seperti limbah pabrik, radiasi nuklir, kosmetik, polusi udara, asap rokok serta ganti-ganti pasangan.

“Untuk terhindar dari penyakit yang menakutkan ini, kita perlu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung antioksidan diantaranya: sayur mayur (brokoli, sawi hijau, pare, tomat, wortel, bawang putih); lauk pauk (ikan laut segar, tempe); dan buah-buahan (pepaya mengkal, apel hijau, pear, melon, mengkudu, sirsat).

Diakhir presentasinya, Supriyadi menyampaikan bahwa beberapa solusi bagi yang sudah terkena kanker agar segera melakukan pemeriksaan patologi anatomi, USG, periksa kadar CA, tindakan operasi, penyinaran dan kemoterapi. Dan bagi yang belum terkena, disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan imunisasi kanker/imunotherapi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like