•  
  •  
  •  
  •  
  •  

FIB mengemban visi dan misi untuk mengembangkan ilmu humaniora dan budaya di kancah nasional maupun internasional dengan tidak mengesampingkan budaya luhur khususnya nilai-nilai budaya Jawa. Oleh karena itu FIB UNS berkewajiban menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dapat mencerdaskan kehidupan berbangsa baik secara kognitif, emosi, spiritual maupun kinetik.

Guna mewujudkan hal tersebut perlu dilakukan langkah-langkah strategis bagi terselenggaranya pendidikan tinggi dengan mengedepankan kualitas, kuantitas dan produktivitas dengan menjunjung tinggi kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Sejalan dengan Renstra  2019-2023 UNS, FIB juga tengah menyiapkan segala sesuatunya untuk mendukung program-program yang telah dicanangkan oleh UNS. Banyak keberhasilan yang telah diraih oleh UNS di kancah nasional dan internasional sehingga didorong untuk melakukan pencepatan internasionalisasi dan PTNBH.

Faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan utama dalam menyusunan Rencana Strategi Bisnis 2019-2023 ini dengan senantiasa menjaga keberlanjutan (sustainability) program 2015-2019. Untuk itu, bersama pimpinan baru FIB 2019-2023, unsur prodi dan senat FIB duduk bersama menyusun Renstra FIB 2019-2023 di Ruang Indrakilla UNS Inn, Senin-Selasa, 16-17 Desember 2019 yang lalu. Titik tekan pembahasan adalah target Indikator Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) tahun 2019-2023 mendasarkan baseline 2018. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari penuh ini dipimpin langsung oleh Dekan FIB, Prof Warto dan didampingi Tim Renbang FIB, Dr.Eva Farhah.

Tarik ulur penetapan target kinerja berlangsung cukup hangan di perdebatkan antarpeserta, namun pada akhirnya mampu mengerucut pada target hasil keputusan bersama. Berbagai usulan meliputi pada target raihan prestasi mahasiswa tingkat nasional yang dikelola belmawa DIKTI maupun publikasi. Sebagaimana diketahui raihan prestasi mahasiswa yang lolos mendapatkan pendanaan DIKTI masih minim. Rata-rata berkisar hanya 1 sampai 4 tiap tahunnya yakni pada kategori PKM-K. Banyak strategi yang telah dilakukan oleh pimpinan, pihak mahasiswa dan pembimbing, di antaranya adalah studi banding, sosialisasi, seleksi internal dan pembimbingan yang intensif terhadap mahasiswa yang akan mengikuti PKM. Harapannya jumlah mahasiswa yang lolos PKM meningkat jumlahnya. Di samping itu, Scopus dan HAKI banyak masukan dan strategi agar  publikasi dosen FIB terus meningkat dari tahun ke tahun dan terindeks Scopus, serta banyak sitasi.

Hal lain yang dibahas adalah strategi meningkatkan prosentase dosen bergelar Doktor. FIB baru mencapai kurang dari 50%. Oleh sebab itu para Kaprodi diminta untuk terus mendorong dosen yang masih S2 untuk segera kuliah S3. Diharapkan hasilnya dapat dilihat 3-4 tahun mendatang. Secara keseluruhan draft, IKU dan IKK dalam 4 tahun ke depan sudah dapat dirumuskan dengan jelas dan objektif. Diharapkan dalam waktu dekat penyempurnaan Renstra FIB secara utuh dapat diwujudkan.

Di akhir kegiatan, Prof. Warto selaku dekan FIB  berpesan dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan visi-misi FIB yang dituangkan dalam Renstra 2019-2023. Strategis implementasi Renstra 2019-2023 nanti dijalankan melalui penyusunan program, kegiatan, dan anggaran. Dan bersama-sama tetap melakukan pengawasan dan pemantauan sesuai aturan yang berlaku.

 

Sumber: https://fib.uns.ac.id/berita/jaga-sustainability-fib-susun-renstra-2019-2023/

Komentar