Spread the love

Kegiatan magang merupakan proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di dunia kerja. Mahasiswa dapat mengasah softskill, belajar untuk memahami berbagai alternatif penyelesaian masalah dengan menggunakan kajian ilmu yang telah diperoleh dari kampus.

Magang bukan hanya sekedar formalitas untuk menggugurkan matakuliah yang wajib ditempuh namun lebih dari itu untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa.

Untuk membekali mahasiswa yang akan melaksanakan magang, Internship dan Career Development (ICD) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) yang diketuai oleh Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, S.E, MM menyelenggarakan sosialisasi dan pembekalan magang bagi mahasiswa S1 Reguler 2018 dan S1 Transfer 2019, Senin, 13 Juli 2020 melalui daring.

Tiga pembicara alumni FEB UNS dihadirkan sebagai narasumber untuk membekali mahasiswa agar siap memasuki dunia kerja yakni Cahyo Priyatno, SE, AK, M.ACC, CPMA,CMA, CEC, CIBA, CA , Komisaris PT Akuakultur Semesta Rata yang juga Dosen dan Trainer, Praliyana Mega Sari, Human Resources Department Hotel Novotel dan IBIS Solo serta Ariyo DP Irhamna, Ekonom INDEF (Institute for Development of Economics and Finance).

Di awal paparannya, Cahyo Priyatno, alumni FEB UNS dari Program Studi (Prodi) Akuntansi menjelaskan pentingnya kegiatan magang bagi mahasiswa. Mahasiswa akan mendapatkan banyak hal selain yang sudah didapatkan di bangku kuliah, terutama mendapatkan pengalaman riil di dunia kerja.

Mahasiswa harus meneguhkan tujuan awal dalam menjalankan magang karena akan berpengaruh terhadap sikap ketika magang, baik di perusahaan maupun instansi. Mahasiswa harus bersikap jujur terhadap aktifitas magangnya.

Cahyo juga menyinggung beberapa hal yang menjadi salah kaprah dalam kegiatan magang yang perlu diluruskan, diantaranya mahasiswa yang magang melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat, sering mengeluh atau meremehkan pekerjaan yang diberikan. Ada juga yang memiliki pemahaman bahwa magang yang digaji itu lebih baik, anak magang pasti bakal ditawari kerja di perusahaaan tersebut, harus mengejarkan sesuatu sesuai dengan jobdesk dan pemahaman bahwa magang harus di perusahaan yang besar.

“Saat magang, silahkan mahasiswa bertanya kepada perusahaan untuk meminta penjelasan terhadap perkerjaan yang akan dan sudah dilakukannya dengan pertanyaan yang berkualitas namun jangan mempertanyakan, semisal kok saya diberi pekerjaan seperti ini. Mahasiswa harus menjaga profesionalitas serta menjaga kerahasiaan perusahaan” jelasnya.

Sementara itu, alumni Prodi Manajemen FEB UNS, Praliyana Mega Sari menegaskan magang adalah saat yang tepat bagi mahasiswa untuk mengeksplor keahliannya. Ia juga mendorong kepada mahasiswa yang akan melaksanakan magang agar mulai melatih diri untuk memiliki perilaku yang positif dan juga memiliki kesiapan skill dan knowledge yang mendukung saat melakukan aktifitas magang. Hindari perilaku yang tidak berfaedah, misalnya dengan memposting status aktifitas di tempat magang yang dirasakan kurang menyenangkan. Terkadang perusahaan akan memberikan penilaian perilaku dari status yang diunggah oleh mahasiswa.

Beberapa skill atau kemampuan yang perlu dipersiapkan sebelum magang diantaranya adalah kemampuan berbahasa Inggris, teknologi, pengetahuan akademik, kreatifitas, inovasi, komunikasi , kepemimpinan dan adaptasi.

Mahasiswa juga harus memahami dan beradaptasi dengan budaya organisasi di tempatnya magang. Hal ini sangat penting agar mahasiswa bisa cepat dalam berintegrasi atau mengenal perusahaan dan juga dapat menjalin hubungan kerja dengan para pegawai dan pimpinan perusahaan serta banyak manfaat lebih lainnya untuk mengembangkan diri.

Di sesi terakhir, Ariyo DP Irhamna, alumni Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UNS yang saat ini sukses sebagai Ekonom INDEF lebih banyak berbagi pengalaman berkarir sebagai peneliti ekonomi. (Humas FEB)

Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

Komentar