International Webinar Bahas Global Economy and Financial Sector Post Covid-19

Total
0
Shares

Covid-19 akan memiliki dampak yang signifikan pada perekonomian dunia sehingga regulator perlu berfokus pada upaya untuk melakukan mitigasi. Kondisi perekonomian di Indonesia yang menghadapi dampak terbesar adalah di kota-kota besar. Akan tetapi setiap negara tentu membutuhkan pendekatan yang berbeda untuk mengurangi efek dari pandemi.

Dengan kondisi struktur ekonomi, sosial, dan demografi, defisit anggaran Indonesia cenderung lebih rendah dibandingkan negara lain, hal ini mungkin disebabkan karena perekonomian Indonesia yang ditopang oleh mayoritas ekonomi pedesaan yang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Hal itu disampaikan Prof. Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai keynote speech di International Webinar yang membahas Global Economy and Financial Sector Post Covid-19, Senin, 6/7/2020. Dalam pidatonya, Prof. Wimboh juga membagikan pengalamannya dalam mendesain respon kebijakan keuangan terkait efek dari Covid-19 di Indonesia.

Sementara itu, dari sisi asuransi, Prof. Alistair Milne, pembicara webinar dari Loughborough University, UK menyatakan bahwa untuk menentukan kebijakan asuransi dalam kondisi pandemi di kemudian hari, terdapat dua isu penting yang perlu diperhatikan yaitu bahwa penyedia asuransi mungkin saja masih memiliki peran mereka, seperti dalam hal menentukan premi, coverage, dan mitigasi, serta adanya kesulitan dalam menentukan risiko ataupun menghitung tingkat risiko yang dihadapi.

Pembicara webinar lain yang menyampaikan materi terkait kondisi perekonomian global paska pandemi Covid-19 yakni Sergio Schmukler, PhD – Lead Economist World Bank, Prof. Franco Fiordelisi – University Rome III, Italy/ University of Essex, UK, Dr Emma Allen – Country Specialist Asian Development Bank-ADB, Prof. Amine Tarazi – University of Limoges, France, Prof. Jon Williams – Bangor University, Prof. Robin Luo – Xihua University, China), Prof. Mahmet Huseyin Bilgin -Istanbul Madeniyet University, Turkey), Zenu Sharma, Ph.D-St. John’s University, USA, dan terakhir Irwan Trinugroho, Ph.D- Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Unggulan Iptek (PUI) Fintech dan Banking Universitas Sebelas Maret.

Dalam setiap materi presentasi pembicara memaparkan bahwa Covid-19 telah menyebabkan krisis yang berbeda dari krisis-krisis yang telah terjadi sebelumnya. Akan tetapi beberapa pembicara menggarisbawahi bahwa saat ini sektor keuangan bukanlah penyebab utama dari krisis yang terjadi, akan tetapi sebaliknya, sektor ini dapat menjadi salah satu jalan keluar untuk menanggulangi krisis. Hampir seluruh pembicara merasa optimis bahwa kondisi keuangan global akan membaik.

Acara yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama UNS, Prof. Sajidan mewakili Rektor terselenggara atas kerjasama Otoritas Jasa Keuangan, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS didukung oleh Pusat Unggulan Iptek (PUI) Fintech dan Banking UNS (UNS Fintech Center) dan Erasmus+ Optimizing Research & Doctoral Programs in Banking and Finance in Indonesian Universities (OPTBANK) Programme of the European Union. (Aulia/Humas FEB).

Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

You May Also Like

Penandatanganan MoU dan MoA antara Laboratory for Soft Power Diplomacy Universitas Sebelas Maret dengan BPPK Kementerian Luar Negeri

Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia berkewajiban untuk melakukan telaah (research) atau penelitian terhadap berbagai kebijakan luar negeri secara berkesinambungan dalam upaya mendukung pencapaian…
View Post