International Webinar Bahas Financial Crime, Fraud and Cybersecurity

Total
0
Shares

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak, menjadi salah satu pembicara dalam webinar internasional yang diselenggarakan UNS bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, didukung oleh Pusat Unggulan Iptek (PUI) Fintech dan Banking serta FEB UNS,Selasa 28/7/2020.

Dr. Taufiq membahas mengenai peran dari teknologi keuangan atau lebih sering disebut sebagai fintech. Isu yang diangkatnya adalah tentang peran fintech dalam financial fraud atau kecurangan di bidang keuangan, dengan menekankan pada apakah fintech mendukung financial fraud atau justru dapat digunakan untuk mengurangi atau bahkan mengeliminasi fraud.

“Fintech membuat industri jasa keuangan (financial service) dapat menyediakan jasa yang lebih cepat kepada pelanggan. Akan tetapi, industri jasa keuangan adalah yang paling sering mengalami insiden cybersecurity dibandingkan industri lainnya,” jelasnya.

Cybersecurity menjadi sebuah topik yang penting untuk dipahami mengingat serangan kriminal cyber (cyberattack) yang terjadi pada industri jasa keuangan semakin hari menjadi lebih canggih dan beragam.

Dalam hal ini Dr. Taufiq memberi contoh salah satu kasus cyberattack yang baru-baru ini terjadi di Tokopedia yang notabene adalah salah satu penyedia jasa e-commerce terbesar di Indonesia.

Delapan pembicara lain yang turut menyemarakkan webinar internasional tersebut yakni Prof. Stuart Madnick dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Prof. John Goodell dari University of Akron, AS, Dr. Dominic Thomas-James dari University of Cambridge, UK dan Yale University, USA, Prof. Marianne Junger dari University of Twente, Netherlands, Dr. David Chaikin dari University of Sydney, Australia, Dr. Baharom Abdul Hamid dari INCEIF, Malaysia, Dr. Mohamad Iqbal Aruzzi dari BPK , dan Dr. Richard Alexander dari SOAS University of London, UK.

Sementara itu, keynote speech disampaikan secara langsung oleh Dr. Agung Firman Sampurna, CSFA selaku Direktur BPK RI.

Dalam pidatonya Dr. Agung, menekankan pada penggunaan sistem teknologi dan informasi dalam bidang audit investigatif untuk mendukung kemampuan deteksi dan preventif terhadap fraud. Dikatakannya bahwa risiko dibidang teknologi termasuk ke dalam 20 besar tipe risiko yang membutuhkan atensi khusus.

International Webinar Financial Crime, Fraud and Cybersecurity yang dibuka oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum menarik perhatian sebanyak lebih dari 5.000 an peserta yang mendaftar dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, dosen, staf BPK, hingga peneliti dari luar negeri. Peserta mengikuti acara melalui Zoom Cloud Meeting dan Youtube Live Streaming di Channel Youtube Universitas Sebelas Maret. (Humas FEB)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like