Spread the love

Grup Riset(GR) Olahraga Berkebutuhan Khusus Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberikan pendampingan kepada Guru-Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SLB Cabang Dinas Wilayah VII untuk meningkatkan kemauan bergerak anak tuna grahita, Sabtu, (29/08/2020).
Pendampingan diberikan kepada 24 Guru PJOK baik yang mempunyai latarbelakang Pendidikan Jasmani dan Guru Kelas yang berasal dari SLB di kota Surakarta dan Sukoharjo.
Ketua GR Olahraga Berkebutuhan Khusus, Febriani Fajar Ekawati, Ph. D, mengatakan bahwa pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru SLB dalam upaya meningkatkan kemauan geraksiswanya melalui pendampingan permainan adaptif Keterampilan Gerak Dasar (KGD).
Belum banyak anak berkebutuhan khusus terutama anak tuna grahita mempunyai kegiatan-kegiatan yang mengarah ke aktifitas fisik, padahal banyak sekali manfaat yang dapat diraih dari melakukan aktivitas fisik ini, yaitu untuk memperbaiki kesehatan dan mengurangi risiko penyakit kronis dan memunculkan rasa puas untuk anak dan orangtuanya.Kesempatan melakukan aktifitas fisik hanya diperoleh saat mereka di lingkungan sekolah melalui matapelajaran Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Olahraga (PJOK). Namun, masih terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi guru-guru SLB dalam memberikan materi Penjas Adaptif ini kepada para ABK di sekolah mereka.
Permasalahan atau kendala yang dihadapi guru-guru SLB tersebut salah satunya dalam hal kompetensi guru dalam pembelajaran PJOK. Guru PJOK di SLB pada umumnya guru kelas yang belum mempunyai dasar pengetahuan dan kemampuan tentang Penjas Adaptif (aktifitas fisik yang dimodifikasi). Hal ini terjadi karena masih sedikitnya pengajar PJOK di SLB yang mempunyai latar belakang Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Ditambah lagi, guru PJOK yang berlatar belakang Pendidikan Jasmani dan Kesehatan ini belum mempunyai pengetahuan tentang Pendidikan luar biasa. “Alasan tersebut yang membuat GR Olahraga Berkebutuhan Khusus merasa terpanggil untuk mengurangi permasalahan yang dihadapi para Guru PJOK SLB ini” ujar Febriani Fajar Ekawati, Ph. D.
Guru-guru SLB tersebut dibekali bagaimana mengajarkan tiga komponen KGD yaitu Gerak Lokomotor, Non-Lokomotor, dan Manipulatif melalui permainan-permainan yang dapat menarik perhatian siswa. Terdapat tiga aspek yang dapat dikembangkan melalui permainan tersebut yaitu, mengembangkan emosisosial, mengembangkan kognitif, dan mengembangkan fisik para siswa. Selain melalui tahap pembimbingan dan pelatihan, kegiatan ini juga dilakukan pendampingan secara berlanjut melalui media online seperti email atau Whatsapp. Setelah mengikuti kegiatan ini, guru SLB diharapkan dapat menerapkan materi yang disampaikan untuk mengajar di sekolah, dan juga dapat menggunakan kemampuan tersebut sebagai bekal untuk menjadi seorang terapis khususnya melalui terapi gerak di luar jam sekolah.
Drs.Karsono, M. Pd selaku ketua MKKS Cabang Dinas Wilayah VII menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini, dan berharap kerjasama ini terus berlanjut untuk membantu mengatasi permasalahan-permasalahan lainnya

Komentar