Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan UNS Fintech Center mengadakan Kuliah Umum Tamu pada Sabtu, 31 Oktober 2020.

Acara yang dibuka oleh Dr. Irwan Trinugroho, Kepala UNS Fintech Center menghadirkan Prof. M. Kabir Hassan, dari University of New Orleans, Amerika Serikat.

Prof. Hassan adalah Professor di bidang keuangan dari Universtiy of New Orleans, ahli terkemuka di bidang Keuangan Islam (Islamic Finance). Lebih dari 350 artikel ilmiah telah dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi.

Dalam paparan materinya, Prof. Hassan membagi dalam dua bagian. Di bagian pertama disampaikan dasar teoretikal dari keuangan Islam dengan judul “Convergence of SRI, Impact Investing, and Islamic Finance”, berikutnya membedah risetnya di bidang ESG dan Islamic Finance.

“Keuangan pada awalnya dibentuk untuk mendukung ekonomi riil, untuk mengalokasikan dan mengarahkan sumberdaya keuangan. Sayangnya, di kala krisis, sektor keuangan menjadi sebuah tujuan  akhir, yang seharusnya mendukung pertumbuhan ekonomi menjadi sumber pertumbuhan keuangan. Pada akhirnya finance menjadi sumber ketidakstabilan, yang awalnya berfokus pada pembentukan nilai long-term value creation menjadi short time returns,” ungkapnya.

Selanjutnya, disampaikan poin-poin persamaan antara ethical finance dan Islamic finance yang berfokus untuk memberikan nilai ke sektor ekonomi. Hal ini sejalan dengan nilai Islamic finance yang berfokus pada penciptaan nilai ekonomi riil. Dalam hal pertumbuhan keuangan Islam, sektor yang tumbuh paling pesat adalah perbankan, pasar modal Islam, dan takaful.

Indonesia dan Malaysia memegang peran penting dalam hal penerbitan Sukuk, kedua negara tersebut berkontribusi pada 80% penerbitan Sukuk di seluruh dunia.

“Indonesia merupakan pemain penting dibidang keuangan Islam saat ini, dan yang menarik adalah Pemerintah Indonesia mendukung ekonomi Islam,” jelas Prof. Hassan.

Selain membahas perkembangan keuangan Islam, Prof. Hassan juga menyinggung mengenai pendidikan yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan Islam. Menurutnya, sebuah kurikulum baru dibutuhkan agar mahasiswa yang mempelajari tentang keuangan Islam.

Diakhir acara, Prof. Hassan mengungkapkan harapannya, akan ada lebih banyak orang yang  menyadari nilai-nilai yang dibawa oleh Islamic finance. (Aulia/Humas)

 

Komentar