Kita baru saja menjalankan ibadah puasa sebulan lamanya. Romadon adalah bulan ampunan sehingga kita senantiasa berlomba-lomba melakukan kegiatan yang terbaik untuk meningkatkan keimanan kita, memperbanyak baca alquran, sedekah, sholat sunah dan kebaikan lainnya.

Amalan-amalan baik yang kita lakukan di Bulan Romadon diharapkan masih bisa berlangsung di bulan berikutnya. Jika kebiasan yang baik di bulan Romadon masih terlaksana di bulan setelahnya, maka itu adalah sinyal bahwa puasa kita itu diterima oleh Alloh.

Zumroni, memberikan tausiyah tentang makna Idul Fitri

Idul Fitri merupakan saat yang baik untuk saling memaafkan karena kita pasti memiliki kesalahan, disengaja atau tidak. Memasuki hari besar ini, insyaAlloh kita suci kembali sebagai manusia.

Kalimat di atas mengawali sambutan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Hunik Sri Runing Sawitri pada acara Silaturahmi dan Halal Bihalal Keluarga Besar FEB UNS yang digelar Minggu, 24 Juni 2018 bertepatan dengan 10 Syawal 1439 H.

Lebih lanjut disampaikan Hunik bahwa

Peserta saat mendengarkan tausiyah

tujuan kegiatan Halal Bihalal adalah untuk meningkatkan tali silaturahmi, ukhuwah atau persaudaraan di antara warga FEB UNS. Menjaga hubungan yang baik, tidak saling mencurigai, saling mengingatkan dan juga saling memaafkan.

“Secara fitroh, kita hidup dalam keberagaman, kebhinekaan. Segala perbedaan yang ada harus dikelola dengan baik, kita sinergikan sehingga akan memunculkan kekuatan untuk memajukan FEB UNS” jelasnya .

Kegiatan yang diikuti oleh tenaga pendidik, kependidikan, para purna tugas, perwakilan pengurus ormawa, alumni serta dosen luar biasa FEB UNS beserta keluarga menghadirkan KH Zumroni sebagai pemberi tausiyah.

“Saat halal bihalal ada doa kepada Alloh yang pasti terucap dari lisan-lisan kita, mudah-mudahan di bulan syawal ini kita bisa mendapatkan idul fitri semuanya tidak sekedar bisa merayakan lebaran” papar Zumroni.

Kata lebaran dengan idul fitri kelihatannya sama tapi berbeda. Semua orang bisa merayakan lebaran, entah puasa atau tidak, yang penting di 1 Syawal bisa memakai baju baru, sarung baru, kendaraan baru, dan semua hal yang serba baru. Namun Idul Fitri memiliki makna kembali kepada fitrah, kita kembali suci, dosa-dosa kita diampunkan oleh Alloh setelah menjalankan ibadah puasa sebulan dan menyempurnakannya dengan semangat melaksanakan ibadah-ibadah lainnya.

Romadon memberikan tarbiyah yang besar, memberikan semangat kepada kita untuk melakukan segala ibadah, masjid makmur dengan jamaahnya, semangat tilawah quran, setiap malam tidak ada satu masjid pun yang tidak ada kumandang alquran. Meski dengan bacaan dan irama yang berbeda sesuai kemampuan, namun sungguh semangatnya luar biasa.

Dipenghujung Romadon kita kumandangkan kebesaran Alloh dengan takbir. Kita punya dosa kepada Alloh dan juga kepada manusia. Dosa kepada Alloh dapat terhapus dengan istighfar dan bertaubat namun dosa kepada manusia bisa terampunkan jika sudah ada ikrar yang terucap dari lisan kepada sesama.

Diakhir tausiyahnya, Zumroni mengutip apa yang dikatakan oleh Rosululloh “Barangsiapa yang suka diluaskan rezekinya dan ditangguhkan kematiannya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia menyambung silaturahim”. Rezeki bukan hanya dalam bentuk materi, namun lebih luas dari itu, kesehatan, anak- anak kita yang taat dan patuh, keluarga yang sakinah, istri yang salihah dan lain sebagainya.

Halal Bihalal keluarga besar FEB UNS ditutup dengan saling bersalaman yang dimulai dari Pimpinan diikuti oleh hadirin secara berturutan.

Komentar

Shares