Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS bekerja sama dengan Pusat Studi Ekonomi Islam UNS selenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bagi pengelola pesantren se Wilayah Surakarta, Jumat 27/10/ 2017 di Ruang Sidang LPPM UNS.

Solichin (tengah) memaparkan pengembangan air mineral

FGD dengan tema “ Pemberdayaan Ekonomi Syariah berbasis Pesantren” menghadirkan 3 narasumber yaitu Dr. Ahmad Ikhwan Setiawan, MT-Dosen FEB,  Ir. Solichin, MT – Kepala Divisi SPAM Kampus UNS dan Dr.Falikhatun, M.Si, Ak -Dosen FEB dan Ketua PSEI

Susanto, pendamping Komunitas Ekonomi Pesantren se Solo Raya (paling kiri berbaju batik) dan beberapa koordinator pondok pesantren mengikuti FGD

Dr. Susanto Tirtoprojo, MM sebagai salah satu pendamping Komunitas Ekonomi Pesantren se Solo Raya (EPSR) mengatakan bahwa kegiatan ini telah diawali dengan survei awal di pertemuan rutin pengelola EPSR.
“Saat mengikuti pembicaraan dalam pertemuan rutin para pengelola komunitas EPSR yang diketuai Oleh Ustaz Nurdin Urbayani dari Pondok Pesantren al Abidin dan al Mujahidin merumuskan bahwa akan menghidupkan EPSR dan kami dari akademisi diminta untuk mendampingi” jelasnya.

Lebih lanjut Susanto menjelaskan bahwa road map formulasi ekonomi pesantren terbagi menjadi 4 tahapan, membudayakan kampung syariah, membentuk perilaku sumber daya insani, membudayakan etika bisnis syariah dan terakhir menformulasikan ekonomi islam. Harapan dari ke empat tahapan itu adalah terciptanya ekonomi pesantren yang mandiri.

Solichin dalam paparan materinya terkait pengembangan air mineral menjelaskan bahwa berdasarkan kasus yang terjadi antara pabrik air kemasan yang mengambil air milik beratus hektar petani sawah, maka UNS melalui Divisi SPAM Fakultas Teknik akan menawarkan sistem eksplorasi air minum dengan mencari sumber air sendiri yang tidak mengambil air milik para petani.

Dua pembicara FGD lainnya, Akhmad Ikhwan Setiawan menfokuskan materi pada Manajemen Supply Chain dan Falikhatun memaparkan tentang penelitiannya terkait pariwisata syariah.

Komentar

Shares