Dua Narasumber Webinar Beri Tips Publikasi Ilmiah

Total
0
Shares

Menulis menjadi suatu keharusan bagi mahasiswa untuk membagikan ide, menyelesaikan permasalahan, menambah ilmu pengetahuan dan membangun bangsa. Menulis sangat berkaitan erat dengan publikasi. Hasil penelitian seseorang dapat dilihat oleh masyarakat umum melalui adanya publikasi.

Secara akademik, publikasi berguna untuk presentasi suatu seminar, hibah penelitian dan lain sebagainya. Sedangkan secara non akademik publikasi digunakan untuk kontribusi lapangan, pertimbangan untuk promosi serta reputasi. Publikasi dapat dilakukan di beberapa sumber seperti jurnal, buku, tesis, makalah, majalah dan lainnya.

Untuk mempublikasikan paper dalam jurnal, yang harus disiapkan mahasiswa adalah menyiapkan manuskrip, mengidentifikasi langkah penting dalam penerbitan, mencari jurnal yang tepat, menerbitkan makalah ke jurnal yang terindeks oleh SCOPUS atau WoS.

Hal tersebut disampaikan Prof. Tamat Sarmidi dari Universiti Kebangsaan Malaysia mengawali presentasinya dalam Webinar Academic Writing and Publication Tips yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Ekonomi Pembangunan (MESP) Fakultas ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret FEB UNS, Kamis, 27 Agustus 2020.

Selanjutnya disampaikan, dalam penulisan pendahuluan sebuah paper hindari kalimat “studi pertama”, “sebelumnya belum dijelaskan” dan kata-kata negatif lain. Tulis sistematika yang logis agar pembaca dengan mudah memahami makalah atau jurnal kita.

Prof. Tamat Sarmidi dari Universiti Kebangsaan Malaysia

Dan untuk literature review menampilkan teori atau penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian kita, juga harus menekankan apa yang kita ketahui dan apa yang belum kita ketahui. Dalam mengangkat teori atau penelitian terdahulu harus memiliki landasan terlebih dahulu mengapa penting bagi penelitian kita. Hindari mengutip terlalu luas, mengutip jurnal dibawah publikasi tahun 2000 dan jangan mengutip di jurnal yang memiliki grade rendah.

“Minta rekan anda untuk membaca hasil penelitian anda. Periksa kembali penulisan, pengumpulan data, pengolahan data serta logika hasil penelitian anda seperti teknik estimasi, ukuran sampel, indikator penelitian, variabel penelitian dan lainnya. Hindari kata-kata non kuantitatif, kata “tentu saja”, kata “jelas” dan minimalkan penggunaan kata “namun”, “sebagai tambahan”, “selain itu” paparnya.

Sementara itu, disesi kedua webinar, Malik Cahyadin, SE, M.Si, dosen FEB UNS juga menegaskan bahwa Iiteratur review itu bukan meringkas tapi mensintesis referensi, mengkaitkan inti satu hal dengan hal lain menjadi satu alur cerita yang jadi fokus isu atau tujuan riset kita .

Malik juga memberikan solusi terhadap beberapa kendala yang sering dialami mahasiswa dalam publikasi, diantaranya mahasiswa harus aktif dalam kegiatan penulisn ilmiah, aktif dalam penelitian dan pengabdian masyarakat di berbagai skema dan sumber pendanaan yang memenuhi syarat, jangan menunda menuliskan ide pubikasi dari hasil riset yang telah disusun dan yang terpenting juga gunakan software bahasa Inggris seperti grammarly dan lain-lain , tetapi paper tetap proffread. (Humas)

Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like