Kendati saat ini semua kegiatan tidak sebebas dulu dikarenakan pandemi Covid-19 yang mengharuskan untuk membatasi kerumunan, hal itu tidak menyurutkan semangat prodi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya (FIB), UNS untuk mengadakan  kegiatan yang positif guna menciptakan pelita bagi keilmuan. Melalui platform Zoom Cloud Meeting dan kanal Youtube Sastra Arab, prodi yang genap 10 tahun berdiri di UNS ini bekerja sama dengan Lembaga Korpus Arab IMLA Indonesia menggelar Seminar Linguistik Korpus dengan tema Korpus Bahasa Arab dalam Kajian Kebahasaan  pada Selasa (12/01/2021). Hadir sebagai pembicara Prof. Dr. Syamsul Hadi, S.U., M.A. (Guru Besar dari UGM) dan Prof. Dr. Yayan Nurbayan, M.Ag. (Guru Besar dari UPI), kegiatan ini dimoderatori oleh Muhammad Yunus Anis, S.S., M.A.

Mewakili fakultas, Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FIB, Prof. Dr. Tri Wiratno, M.A mengapresiasi bahwa Seminar Linguistik Korpus mampu memberikan pengetahuan baru bagi kita terkait kebaruan korpus Arab. “Korpus merupakan pembahasan yang penting dalam kajian-kajian kebahasaan dan pengembangan ilmu bidang linguistik umumnya, serta linguitik Arab khususnya. Sehingga melalui kedua pembicara tersebut, diharapkan kegiatan ini dapat menyegarkan pengetahuan kita, fokusnya pada kebaruan-kebaruan kajian terkait korpus Arab” paparnya.

Kepala prodi Sastra Arab, Dr. Eva Farhah, S.S., M.A. dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini bertepatan dengan tanggal berdirinya prodi Sastra Arab 10 tahun lalu.  “Tanggal 12 Januari 2021 ini dipilih sebagai hari pelaksanaan kegiatan seminar ini karena pada tanggal 12 Januari 2011 merupakan hari kelahiran Prodi Sastra Arab berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor: 14/D/O/2011, untuk itu perlu diperbaharui kembali niat dan ruh dari penyelenggaraan Prodi ini yaitu sebagai pusat keilmuan, salah satunya dengan cara menyelenggarakan kegiatan seminar nasional” ungkapnya.

Sebagai pembicara pertama Prof. Dr. Syamsul Hadi, S.U., M.A memaparkan materi yang berjudul Penyusunan Entri dalam Kamus-kamus Berbahasa Arab: Disusun Berdasarkan Korpus Turats dan Korpus Mu’ashir. Dalam pemaparannya Prof. Syamsul menjelaskan bahwa ada empat cara mengklasifikasikan penyusunan entri. “Penyusunan entri berdasarkan makhraj, penyusunan entri berdasarkan alfabetis, penyusunan berdasarkan wazan kata dan penyusunan berdasarkan tema” jelasnya.

Pembicara kedua, Prof. Yayan menjelaskan tentang Pengembangan Korpus Bahasa Arab untuk Tujuan Penelitian dan Pengajaran, lewat pemaparan yang tenang namun pasti Guru Besar UPI ini mengatakan bahwa, penggunaan korpus tidak hanya terbatas pada bahasa yang masih aktif digunakan saja. “Bahasa yang sudah punah (dead language), selama bukti tertulis masih tersedia, dapat direkonstruksi untuk melihat kosa kata, tata bahasa, susunan sintaksis serta informasi linguistik lainnya yang dapat menjadi cerminan struktur masyarakat pada zaman dimana bahasa tersebut masih digunakan” terangnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 458 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya perguruan tinggi yang didalamnya terdapat prodi atau jurusan Bahasa dan Sastra Arab, serta Pendidikan Bahasa Arab. Selain itu, para peserta juga berasal dari guru Sekolah Tingkat Menengah Atas (SMA). Seminar korpus ini merupakan wujud nyata Sastra Arab FIB UNS guna memajukan peradaban. (Rensi)

 

Sumber : https://fib.uns.ac.id/

Komentar