Ruang Seminar Gd III Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS menjadi latar diskusi terkait pembinaan jabatan fungsional penerjemah (JFP), antara para jajaran Tenaga Pendidik FIB yang ahli dalam bidang penerjemahan dengan Pejabat Sekretariat Kabinet Republik Indonesia dalam rangka kegiatan kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembinaan JFP pada Kamis pagi (28/10/2021).

Dekan FIB, Prof. Dr. Warto, M.Hum dalam sambutannya  menyampaikan rasa bangganya karena dipilih menjadi rekan diskusi. “Selamat datang untuk para rombongan dari Seknet RI, kami harap dalam pertemuan ini akan menciptakan sesuatu yang positif dan produktif untuk kemajuan bersama” tandasnya.

Melalui penuturan yang lugas Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah Sekretariat Kabinet RI, Sri Wahyu Utami S.I.P., S.E menyampaikan bahwa kunjungan kali ini bermaksud untuk menggali informasi dan berdiskusi dengan para pakar atapun akademisi dibidang penerjemahan dalam rangka penyempurnaan kebijakan pembinaan JFP dan penjajakan kerja sama.

“Saya lebih senang mengambil istilah sowan (dalam bahasa Jawa berarti berkunjung kepada yang lebih mengetahui). Ibarat sumur kita harus sowan untuk dapat menimba airnya” tutur Sri Wahyu Utami.

Peran penerjemah dalam dunia industri merupakan tokoh yang sentral, pasalnya mereka mampu mendekatkan perusahaan dengan investor. Prof. Warto tersirat memberikan solusi bahwa FIB memiliki prodi S-3 Linguistik Penerjemahan yang kompeten mencetak para penerjemah yang mumpuni. (Rensi)