Audiensi BEM dengan Pimpinan FEB

Total
0
Shares

IMG_4233
Acara ini merupakan kali pertama diadakan pada periode kepemimpinan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) FEB di tahun 2016. Audiensi yang dilaksanakan di Ruang Sidang II FEB, Rabu 18 Mei 2016 bertemakan “Menyongsong PTNBH & World Class University”. Hadir sebagai narasumber pada acara ini, Hunik Sri Runing Sawitri – Dekan FEB, M. Agung Prabowo- Wakil Dekan Bidang Akademik dan Lukman Hakim, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. “Latar belakang acara ini terkait dengan UNS yang akan menuju PTNBH dan WCU. Kita sebagai mahasiswa pasti akan terkena dampaknya dan rasanya tidak elok bagi mahasiswa jika tidak mengetahui perubahan-perubahan ini, sehingga BEM berupaya mengundang pimpinan FEB untuk memberikan pemahaman tentang PTNBH & WCU “ jelas Ade Syahputra – Presiden BEM FEB mengawali audiensi.

Hunik Sri Runing menjelaskan bahwa diakhir tahun 2016 UNS harus menjadi PTNBH dan tahun 2019 atau paling lambat tahun 2023, UNS harus masuk ke dalam 500 universitas terbaik dunia, World Class University. Untuk menuju WCU, FEB berupaya memacu diri. Publikasi ilmiah dosen FEB ke luar negeri gencar dilakukan; dan agar lulusan kita bisa bersaing di kancah internasional maka diadakan pertukaran mahasiswa. Tahun lalu FEB telah melaksanakan seminar internasional di Bali. Tahun ini, FEB berencana akan mengadakan seminar internasional sebanyak 3 kali yaitu di Bulan Agustus, Oktober dan November. Untuk menuju PTNBH, FEB ditarget 25 publikasi internasional dan saat ini sudah tercapai lebih dari 40 publikasi.

IMG_4229

Audiensi berjalan sangat interaktif, lima orang mahasiswa perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menyampaikan hal-hal terkait dengan UKT, seleksi bidikmisi dan langkah yang akan dilakukan UNS terkait dengan WCU dan PTNBH. Dalam paparannya, Lukman Hakim menjelaskan bahwa kita tidak boleh menentukan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semaunya, namun harus berdasarkan standar BKT (Biaya Kuliah Tunggal) yang ditentukan oleh DIKTI , tidak boleh melampaui batas yang telah ditentukan. Lukman Hakim juga memberikan apresiasi kepada BEM yang telah melakukan penelitian terkait dengan UKT dan bidik misi. Mahasiswa punya hak untuk melakukan evaluasi tentang program atau kebijakan UNS. Hal-hal yang masih tampak kurang dan perlu perbaikan bisa disampaikan kepada pimpinan fakultas untuk diteruskan ke pusat.

“WCU adalah tantangan buat kita. Kita membuka diri kepada dunia luar. Hikmah dari WCU adalah semua bergerak, program-program studi maupun unit-unit pendukung tampak lebih dinamis, kami berharap kepada unit-unit kegiatan mahasiswa juga mendukung, upload ke youtube setiap kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa, baik itu dari Mahasiswa Pecinta Alam (MEPA), Teater Gadhang dan yang lainnya . ” papar Lukman Hakim. Lebih lanjut Lukman Hakim berharap agar mahasiswa tidak perlu khawatir dengan PTNBH, tidak akan banyak merubah apapun, kemungkinan malah akan menyediakan beasiswa lebih banyak. Sekarang di FEB sudah ada beasiswa kakak asuh dari para alumni FEB.

IMG_4238

M. Agung Prabowo menambahkan bahwa internasionalisasi itu bukan berarti kita mengikuti barat tapi kita harus mampu bersaing dengan dunia luar. Kita berusaha menjalin kerjasama sebanyak mungkin, kita akan membuka kelas-kelas berbahasa Inggris. Mahasiswa juga harus punya kepedulian terhadap kurikulum dan perlu mengembangkan riset-riset. Kita mampu bersaing secara global namun tetap berbasis budaya lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like