Spread the love

Ekonom atau peneliti ekonomi memiliki berbagai aktifitas diantaranya menyusun program penelitian, menulis proposal, mencari sponsor atau mitra dalam penulisan artikel, menyusun jurnal, working paper, policy brief, kolom media, serta menjadi pembicara atau narasumber di seminar, media nasional, dan lain sebagainya.

Untuk itu, seorang ekonom harus memiliki intuisi ekonomi, pemikiran kritis, kemampuan menulis, pengetahuan tentang data ekonomi, analisis kuantitatif dan kualitatif, kemampuan presentasi, serta memiliki jejaring yang luas dan kuat.

Hal itu disampaikan Ariyo Dharma Pala Irhamna, Peneliti Ekonomi di INDEF (The Institute for Development of Economics and Finance) kepada mahasiswa FEB UNS yang akan menjalani program magang, Senin 13 Juli 2020.

Kepada mahasiswa yang berjumlah lebih dari 400 orang itu, Ariyo mendorong agar lulusan FEB UNS dapat berkarir sebagai seorang peneliti.

Selain pengetahuan yang diperoleh selama kuliah, mahasiswa dapat belajar membangun kemampuan sebagai peneliti dari aktifitas lain, bergabung dengan organisasi internal atau eksternal kampus, mengikuti isu-isu terkini dengan banyak membaca buku, koran atau media online serta aktif melakukan diskusi dengan berbagai pihak, dengan dosen, mahasiswa lain, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pihak eksternal lain.

“Mahasiswa juga harus sering menulis, membuat prososal penelitian, laporan penelitian, artikel. Harus juga mengenal atau familiar dengan sumber perolehan data-data yang berhubungan dengan ekonomi. Hal itu dibangun melalui banyak membaca, tidak sekedar mendapatkan informasi dari yang disediakan tapi bagaimana selanjutnya penulis mampu menuangkan argumen-argumennya” jelasnya.

Softskill yang harus dimiliki oleh seorang peneliti adalah kepemimpinan, providing feedback Influencing skill, pemikiran kritis, public speaking serta jejaring yang luas dan kuat.

Meskipun karir peneliti itu lebih kepada kemampuan individual namun dalam pelaksanaannya menjadi lebih baik jika ada kerjasama dengan pihak-pihak lain, diperlukan kemampuan memimpin. Semisal, menyusun sebuah program, dalam mengimplementasikan ide-ide riset perlu ada kemampuan memimpin, bagaimana memperoleh masukan-masukan, mampu mempengaruhi di lembaga tempat bekerja.

Jiwa kepemimpinan, public speaking, jejaring luas dan kemampuan lain yang mendukung karir sebagai peneliti banyak diperoleh dari keaktifan berorganisasi di masa studi. Ariyo sangat menekankan ke mahasiswa untuk berorganisasi selama studi karena sangat membawa manfaat besar dalam memasuki dunia kerja.

Manfaat itu juga yang dirasakan oleh Ariyo, alumni FEB UNS yang saat ini sukses menekuni karirnya sebagai Peneliti Ekonomi di INDEF, sebuah lembaga riset independen yang tugas utamanya melakukan riset mengenai isu-isu terkini terutama mengenai kebijakan ekonomi.

Selama menjalani perkuliahan di Jurusan Ekonomi Pembangunan (EP), alumni Angkatan 2008 itu sangat aktif di beberapa organisasi kampus, menjadi Pengurus 2009-2010 Himpunan Mahasiswa Jurusan EP, Pendiri sekaligus Ketua Umum Kelompok Studi Bengawan 2009-2012, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FEB UNS 2012-2013, dan menjadi salah satu pendiri AIESEC UNS di tahun 2012. (Humas FEB)

Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.