Kelompok Mahasiswa Magang (KMM) Prodi Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS tahun 2021 bekerja sama dengan Balai Bahasa Jawa Tengah meramu sebuah kegiatan yang bermanfaat bagi generasi penerus bangsa, untuk memupuk rasa cinta terhadap bahasa daerah. Kegiatan tersebut bernama Diskusi Daring dengan mengangkat tema Urgensi Peran Generasi Milenial Terhadap Pelestarian Bahasa dan Sastra Jawa, berlangsung daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu pagi (21/08/2021). 

Diskusi Daring ini menghadirkan Dr. Ganjar Harimansyah (Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah), dan Dhiya Restu Putra (Mahasiswa Sastra Daerah dan Inisiator TBM Dalem Pasinaon) sebagai narasumber. Mahasiswa Sastra Daerah, Emi Triani sebagai moderator diskusi memberikan prolog bahwa sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran sentral dalam pelestarian budaya, terutama bahasa dan sastra Jawa. 

Sebagai narasumber pertama Dr. Ganjar berpendapat bahwa bahasa itu tidak hanya sekedar alat komunikasi, tetapi (khususnya bahasa daerah) mangacu pada  khazanah pemikiran dan batin penutur bahasa itu sendiri. “Sebagai contoh saja bahasa Jawa memiliki undha-usuk dan tingkat tutur dalam percakapannya. Tindak tutur atau tingkat tutur bahasa Jawa itu mencerminkan cara pandang orang Jawa tentang dunianya” ungkapnya.

Restu (panggilan Dhiya Restu Putra) dalam pemaparanya menuturkan beberapa kegiatan-kegiatan untuk pelestarian Bahasa dan Sastra Jawa, selain itu penulis kumpulan puisi berjudul Perempuan di Balik Jendela itu, mengajak para generasi muda untuk sadar dan tanggap melestarikan budaya daerah dengan pelbagai macam cara yang relevan dan konsisten.

“Sumangga bareng-bareng kita melestarikan bahasa dan sastra Jawa. Apapun yang teman-teman lakukan, kegiatan apapun yang kalian lakukan untuk melestarikan bahasa dan sastra Jawa itu lakukanlah dan konsisten, Insyaallah akan baik untuk kedepannya” papar Restu.

Kegiatan yang diinisiasi oleh KMM di Balai Bahasa Jawa Tengah ini dihadiri oleh 100 peserta terdiri dari mahasiswa lintas fakultas, penggiat budaya, dan berbagai kalangan umum. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa magang akan memperoleh pengalaman maksimal dalam merasakan dunia kerja yang nyata, walaupun kegiatan magang ini hanya dilakukan secara daring” pungkas Dr.Ganjar. (Rensi) 

Sumber: https://fib.uns.ac.id/